2015/01/14

Jangan Dibaca!!

Layaknya Cerita FTV
-Kasih Tak Sampai-

“ Gue udah lama suka sama kamu. Bertahun-tahun aku memendam rasa ini dan tak berani untuk mengungkapkannya padamu. Tapi sekarang aku mau jujur padamu. Kamu mau gak jadi pacar aku ?”
“Ehhm aku juga suka sama kamu. Tapi…gimana ya. Aku gak bisa…gak bisa nolak (eaaak) J
HAHAHA…Kira-kira begitulah sepata-duapata kata ketika dua sejoli sedang dimabuk kasmaran. Romansa cinta begitu hangat terasa. Dunia serasa hanya milik berdua.
Gue sering mendengar kata-kata itu terucap terlebih jika gue lagi nonton sinetron hehe. Kata-kata itu akan terucap jika  sudah tidak bisa dipendam lagi antara kedua insan tuhan yang sedang merasakan jatuh… jatuh cinta. Berhubungan dengan kata-kata di atas kalian tahu dong tema apa yang akan diangkat dalam tulisan ini, yups pacaran atau jatuh cinta! Siapa bilang gue gak pernah jatuh cinta? Siapa bilang gue gak pernah merasakan cinta kepada lawan jenis..Kali ini gue mau berbagi tentang perasaan cinta gue pada seorang perempuan. Sejak gue masih kecil, gue sudah mulai suka dan jatuh cinta pada perempuan waktu masih kanak-kanak. Entah itu cinta atau suka atau apalah itu, tapi ini benar-benar pengalaman berharga bagi gue. Waktu itu, saat gue masih kelas 1 SD gue udah memendam rasa suka pada teman sekelas gue sendiri. Masih semester 1 semua terlihat biasa saja dan secara gue masih buta banget kala itu, masih buta huruf, angka, dan teman gue juga masih sedikit di kelas dan apalagi cinta, gue cuma dapatkan cinta kedua orang tua gue hehe. Namun perasaan itu tumbuh ketika udah semester 2. Cewek ini namanya L.A (gue inisialin aja ya. Gue tahu nama lengkapnya baru sekarang lho 2014 hehe). Dia cewek yang manis, pintar dan jadi favorite anak kelas satu secara dia jadi juara kelas waktu semester satu. Gue udah mulai banyak teman di semester 2 ini, teman-teman gue rata-rata rumah mereka dekat sama rumah gue. Jadi kalo mau pergi atau pulang sekolah gue dan teman-teman gue selalu bareng. Waktu itu gue ada sekitar 8 teman, dan mereka sering banget usil bermain sama cewek yang gue suka itu kadang kirimin surat ke tasnya, kadang suka traktir, kirim-kirim bunga dan lain-lain deeh. Oh iya gue masuk SD itu tahun 2000, dan baru tahu nama lengkap cewek ini tahun 2014 (kebangetan ckck). Namun disinilah inti dari curahan hati gue disini, gue telah memendam rasa suka sama L.A udah hampir 15 tahun (Cinta dan Rangga mah kalah cuma 12 tahun hehe). Gue dan teman-teman gue suka banget main sama L.A, terlebih semester 2 itu adalah hari-hari terakhir buat bermain dan ngeliat wajahnya karena setelah kenaikan kelas dia akan pindah sekolah ke kota.
Kelas 2 terasa sepi. Gak ada lagi yang bikin keceriaan dihari-hari gue di sekolah. L.A benar-benar udah pindah sekolah, dan saat itu gue gak bisa melupakan begitu saja wajahnya. Hari-hari di sekolah memang terasa sepi tanpanya, namun selepas pulang sekolah gue seakan mendapat stimulus karena L.A sering main ke rumah neneknya yang berada gak jauh dari rumah gue. Sejak saat itu gue sering banget bermain di dekat rumah neneknya buat ngeliat wajahnya. Begitu pun di sekolah gue selalu kepikiran namanya dan wajahnya yang manis itu J.  Seiring waktu berlalu, semester demi semester berganti gue masih saja tak bisa melupakan cewek pertama yang gue suka itu, namun walaupun gue selalu ingat sama dia tapi gue gak ngelupain kewajiban gue sebagai pelajar, gue gak kena virus galau kala itu hehe..
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Waktu terus berputar, semenjak gue lulus dari sekolah dasar akhirnya gue bisa move on dari getaran cinta masa kanak-kanak itu, halaah hehe..Gue lanjut sekolah di tingkat pertama, SMP yang lumayan jauh dari rumah gue, hari-hari ku akan ku habiskan di sekolah ini, SMPN 1 Rambang. Semester 1 kelas 1, gue benar-benar masih lugu bertemu dengan anak-anak dari daerah lain yang sekelas sama gue, dan disini gue diuji buat fokus sama pelajaran di sekolah, gue serius banget menjalani hari-hari di semester 1 dengan belajar dan ketika bagi raport hasilnya sangat memuaskan, gue juara umum di sekolah (prok prok prok)..Semester 1 berlalu begitu saja, gue sudah mulai mendapatkan kenalan dengan mudah sejak gelar juara itu melekat di diri gue. Di kelas, gue juga jadi bintang kelas, dan sangat disegani sama teamn-teman sekelas gue. Sama seperti semester 2 waktu gue masih SD, gue mulai suka sama cewek yang cantik, manis, putih, rambutnya lebat, dan pintar. Namanya R.R, dia memang menjadi idola sejak masa orientasi oleh kakak kelas dan bukan kebetulan dia sekelas sama gue. Gue di kelas suka mencari perhatian ke dia, dan dia pun begitu, dia suka senyum-senyum dan ngelirik ke gue. Tapi, saat iu gue pengecut, gue gak berani bilang suka ke dia karena gue tahu banyak juga yang suka sama dia dan alhasil rasa tinggallah rasa, akhirnya gue harus merasakan kecewa yang berat karena dia sudah jadian sama teman gue sendiri (elus dada).
Aaah, mungkin dia bukan jodoh gue hehe. Kelas 2 SMP, gue sudah lega dan rela dia bersama orang lain toh gue sendiri yang salah dan kalah cepat, hiks. Tapi biarlah  waktu berlalu, gue jalani aja dulu masa-masa jomblo di SMP, kan gue jomblo juga gak sendirian HAHA. Naik ke kelas 3, gue sudah gak ada beban dan sudah mulai fokus sama masa depan, mulai dari persiapan UN, mau lanjuti SMA dimana dan lain-lain. Di kelas 3 ini gue kembali dihantui perasaan, rasa suka itu kembali muncul dan gue suka sama teman R.R, cewek yang gue suka waktu kelas 1. Namanya R.M, dia gak kalah manis dari R.R dia lebih kalem dan bersahaja, gue cuma suka sama dia tapi gue gak berani buat “nembak” dia karena gue takut gak bisa bikin dia nyaman dan bahagia sama gue, aseek.. Dan, akhirnya dia jadian sama cowok lain tapi gue gak begitu sakit hati malah gue doain semoga yang jadian sama dia itu bisa bikin dia bahagia dan nyaman, sadees!..Akhirnya gue jomblo sampai di kelas 3 SMP, tapi gue bahagia karena gue punya teman-teman jomblo juga hehe, gue asyik menikmati hari-hari di akhir masa SMP gue bersama teman-teman gue, akhirnya gue fokus sama UN dan ujian masuk SMA, gue gak galau-galau lagi sama yang namanya cewek, jatuh cinta, pacaran dan sebagainya..
SMA gue di kota, kota kabupaten. Gue lulus masuk ke SMA favorit di kabupaten, sekolahnya sudah banyak mengukir prestasi sampai tingkat nasional. Gue bersyukur masuk SMA ini, karena yang ikut tes ada banyak banget dan yang diterima hanya sedikit. Semenjak SMA gue ngerasain jadi anak kost-an, semenjak SMA gue ngerasain terasing haha, semenjak SMA gue ngerasian jauh dari orang tua dan keluarga, semenjak SMA juga ngerasain dapat uang bulanan, dan semenjak SMA juga gue ngerasain dapat teman-teman baru yang pergaulannya lebih modern, hehe. Seiring waktu berlalu, gue semakin merasakan kesendirian di kota itu, gue kaku dalam pergaulan apalagi saat-saat pertama masuk SMA, namun seiring waktu berlalu gue mulai mencari jati diri gue di kota ini, gue mulai mengakrabkan diri dengan teman-teman di sekolah dan lingkungan dan akhirnya gue punya teman-teman yang baik sejak semester 1. Butuh waktu cukup lama buat gue beradaptasi dengan lingkungan baru tempat gue mengenyam pendidikan dimasa terindah itu, secara itu adalah kali pertama gue dan sendirian pula gue pisah sama kegiatan yang biasa gue lakuin setiap hari di kampong dan juga jauh dari orang tua, artinya itu juga kali pertama gue benar-benar belajar mandiri, yah belajar mandiri semua yang gue lakuin serba sendiri terlebih gue juga belum punya kenalan yang begitu akrab dengan gue, tapi hebatnya gue sendirian gak galau karena cewek tapi sendirian galau karena belum terbiasa, hehe.
Lagi-lagi, disemester yang sama dan kelas yang sama gue kembali teringat nama dan sosok perempuan yang gue suka kala SD dulu, L.A.  Iya, nama itu kembali terlintas di benak gue namun wajahnya benar-benar tak mampu gue ingat. Semenjak gue mengingat nama itu, gue mutusin buat fokus sama sekolah dulu dan ukir prestasi banyak-banyak dan gue berdoa sama tuhan semoga dia memang orang yang tepat buat gue suatu saat kala tiba waktunya. Namun, godaan kembali datang, disemester 2 juga gue jadian sama cewek. Ternyata diam-diam ada cewek yang suka sama gue, tapi gue gak peka. Akhirnya, diakhir-akhir semester 2 cewek itu beraniin diri nembak gue, iya cewek nembak gue!  Akhirnya gue terima, dan gue jadian sama dia. Tapi kita jadiannya gak lama, saat liburan kita bubaran karena secara dari awal yang suka ialah cewek tersebut dan gue gak peka itu artinya gue gak ada rasa sama dia, dan udah gue coba buat suka sama dia namun rasa itu tak datang-datang dan gue Cuma menganggap dia sebagai teman, dan akhirnya kita putus. Gue masih konsisten sama cinta pertama gue pada perempuan pertama yang gue suka, L.A. Tapi, T.Y yang sempat jadian sama gue gak sakit hati, dia bisa terima keputusan gue dan akhirnya kita Cuma sebatas teman.
Semenjak SMA, gue kenal kehidupan luar, gue tahu kehidupan yang lebih modern. Gue ingat masa-masa gue SMA lagi boomingnya facebook, dan gue jadi punya facebook berkat teman-teman gue karena teman-teman gue pada main facebook dan gue hanya bengong ngeliatin mereka asyik mainin handphone dan ada juga yang facebookan di laptop. Dan pada suatu hari gue beraniin diri buat pergi ke warnet sendirian dan itu kali pertama gue pergi ke warnet Cuma buat bikin akun facebook, dan gue sampai lupa waktu alhasil gue punya akun facebook tepatnya saat gue duduk di kelas 2 semester 1. Sejak saat itu juga gue sering menghabiskan waktu di warnet buat facebookan dan internetan dan alhasil gue melupakan kehidupan gue saat di kampung dan juga teman-teman gue di sana, karena gue merasa sudah punya teman baru dan lebih mengasyikkan... Kelas 2 SMA, kembali gue digalaukan dengan yang namanya rasa cinta, gue kembali memiliki perasaan suka sama salah satu cewek sekelas gue kala itu, gue hanya memendam rasa itu diam-diam berusaha untuk tidak ada yang tahu, karena gue mencoba untuk pedekate dengan cewek tersebut melalui proses berteman, HAH! Akhirnya gue mutusin buat gak terfokus lagi sama yang namanya cewek, gue merasa capek karena setiap rasa yang gue rasain gak pernah gue ungkapin dan gak pernah kesampaian, dan sampai di kelas 3 SMA, gue benar-benar fokus sama yang namanya belajar dan masa depan gue, namun disela-sela itu, lagi-lagi gue teringat akan wanita yang menjadi cewek pertama yang mencuri hati gue kala SD, gue berusaha search namanya di facebook, dan gak pernah ketemu. Gue cari ini itu dan alhasil banyak banget nama yang sama yang gue cari, akhirnya gue add nama-nama tersebut satu-satu siapa tauu diantaranya benar J..
Gue lanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih serius, yah kuliah. Gue berhasil menembus tes kuliah di universitas negeri, dan hari-hari gue dikerumuni banyak aktifitas dan kegiatan di kampus.Lagi dan lagi, di semester yang sama, semester 2 saat kuliah gue kembali tertarik sama cewek yang gue taksir pas kelas 2 SMA, dan iya kita jadian.. Gue jadian sama cewek yang gue suka itu, berlangsung cukup lama 2 tahun lebih kita jalin hubungan suka sama suka, gue merasa gak galau lagi “semenjak ada dia” , haha.. Gue seperti cuek selama pacaran sama pacar gue, yah secara kita pacaran terjangkit LDR-an, mungkin karena gue merasa gak ada yang merhatiin dan gue juga merasa seperti gak ada yang diperhatikan akhirnya kita mutusin buat bubaran, iya dia mutusin buat bubar yah karena gue juga peka akhirnya gue iya kan permintaannya..Gue juga gak bisa lama-lama pacaran sama dia, karena seketika rasa suka gue ke dia berkurang dan luntur seiring waktu. Iya, di sela-sela gue masih pacaran sama dia gue sering sibuk mencari akun facebook atas nama L.A, dan gak pernah ketemu sampai tahun 2013 berlalu..
Empat semester gue laluin masa-masa kehidupan di kampus, tepat di semester 4 tahun 2014 awal gue menemukan akun facebook L.A, sungguh tiba-tiba jantung berdetak begitu kencang, darah mengalir begitu deras, dan senyum di wajah begitu lepas. Setelah bertahun-tahun gue tidak melihat wajahnya sekarang gue merasa bertemu kembali dan seakan dia berada di depan wajah gue setelah melihat profile picture nya yang mengenakan hijab yang syar’i J… Gue menemukan akun facebooknya dari tag foto dari keluarga besarnya yang juga teman gue masa SMP, dan gue gak bisa bayangin bagaimana senang dan sumringahnya gue kalo benar-benar bertemu langsung dengannya kalo hanya dengan melihat wajahnya di facebook saja gue merasa begitu senang. Akhirnya gue gak merasa galau oleh banyak cewek-cewek yang selalu memberi kode di kampus, hehe. Mulai saat itu gue rajin buka facebook dan sering gue kepoin beranda facebooknya dan gue lihat foto-foto yang ada di facebooknya, subhanallah JGue juga add akun instagramnya dan gue like semua yang dia share, begitu juga di facebook gue like semua yang dia share. Dari akun facebooknya gue jadi tau kalo dia dulu sekolah di SMA favorite juga di kota yang berbeda dan dia sekarang sedang berkuliah juga di salah satu universitas swasta mengambil bidang kesehatan. Dan gue juga yakin dari caranya membuat status di facebook, dan dari foto-foto yang dibagikan serta dari pakaian yang dia kenakan, gue yakin kalo dia belum punya pacar J
Hati gue setiap hari kembali merasakan getaran yang telah lama hilang. Di pikiran ini selalu terlintas namanya dan wajahnya setelah bertahun-tahun gue tak dapat mebayangkannya dan bibir ini selalu tersenyum tipis ketika aku mengingat wajahnya. Oh iya gue tahu nama lengkapnya setelah melihat akun facebooknya, jadi selama ini gue salah mengingat namanya dan sering menulis namanya, hehe. Dan akhirnya gue gak galau-galau lagi sama setiap pekerjaan gue, dan alhasil semester 5 adalah pembuktian kalo gue bisa dapat nilai yang sangat memuaskan, itu karena pikiran gue dan hati gue selalu memikirkannya, hehe..Setiap kali gue facebookan, selalu gue kepoin akun facebook dan instagramnya, dan sampai-sampai gue ambil salah satu fotonya dan gue save diingatan dan di…(ada deh), hehe
Sekarang gue selalu kepikiran dia jadi pacar gue dan gue yakin banget dia mau jadi pacar gue (aamiin). Gue selalu kepikiran buat nyatain perasaan gue ke dia, namun gue bingung gimana caranya dan kapan waktu yang tepat untuk itu. Gue gak mau kali ini gagal dalam hal cinta, karena gue merasa ini seperti  teguran tuhan ke gue buat gak lama-lama memendam rasa sama dia dan sekarang gue masih menunggu waktu yang tepat untuk itu, karena gue juga merasa dia bukan tipe orang yang gampang nerima keputusan apalagi soal pacaran, sepertinya dia “anti” pacaran dulu karena lagi fokus sama pendidikan..Tapi, gue bakal tunggu waktu yang tepat untuk gue nyatain perasaan gue ke dia, karena gue yakin banget dia pasti nerima gue dan terlebih orang tuanya udah kenal sama gue, nah lhoo hehe..Iya ibunya ialah guru saat gue SD dulu, dan tahu tingkah laku, sikap dan sifat gue saat di sekolah dulu karena secara gue termasuk siswa yang berprestasi di sekolah (ciaelaah), iya gue termasuk siswa yang gak neka-neko di sekolah, gue juga siswa yang rajin, dulu,hehe. Gue juga sering jadi perhatian guru-guru karena itu, dan makanya juga orang tuanya L.A pasti sudah kenal sama gue J Apalagi gue dan L.A memiliki prinsip yang sama yaitu fokus sama apa yang kita jalanin sekarang, yaitu pendidikan (yang ini ngarep banget)..
Gue selalu menunggu waktu yang tepat itu datang, gue menunggu waktu yang tepat karena gue gak mau kecewa dan gue juga gak mau ngecewain, apalagi ini perasaan sudah 14 tahun lamanya bergejolak di dalam dada, syadaap! Iya, gue selalu berdoa kepada tuhan, kalo memang dia untukku maka tak akan lari kemana, dan gue juga berdoa agar dia benar-benar untukku J Gue sudah memutuskan waktunya untuk dapat mengungkapkan rasa padanya, iya saat ia……(secret)!!

                        *Sambil dengarin lagu Pance Pondaag-Untuk Sebuah Nama*

                                                                    *Sekian*                                              

2014/08/22

Mahasiswa (?)

Mahasiswa merupakan level tertinggi dari suatu jenjang pendidikan,mahasiswa merupakan sebuah sebutan yang sangat membanggakan bagi sebagian orang.Bagaimana tidak,sebelum menjadi seorang mahasiswa tadinya hanya berstatus sebagai siswa,ya siswa selama 12 tahun lamanya mulai SD,SMP dan SMA.Menjadi seorang mahasiswa tentu berbeda dengan seorang siswa,perbedaan yang mencolok mungkin dilihat dari pakaian yang dikenakan,namun hal yang harus menjadi perbedaan yangbutama ialah pola berpikir dan pola prilaku,menjadi seorang mahasiswa tentunya tidak mau jika disama-samakan dengan seorang yang masih pelajar SMA.Dalam kehidupan kampus pelajaran bukan hanya didapatkan dari ruang belajar semata,melainkan tempat dimana kita seorang mahasiswa itu menginjakkan kakinya itu adalah tempat belajarnya,misalnya di kantin mungkin ini adalah hal biasa namun coba lah sekali-kali untuk mencengkrama dengan pemilik kantin,ngobrol hal-hal yang kecil dan itu secara tidak langsung akan memberikan pelajaran tersendiri bagi seorang mahasiswa mungkin,cara bersosialisasi yang baik dan sebagainya.

Mahasiswa dikenal oleh masyarakat pada umumnya sebagai orang-orang pilihan yang mana melalui berbagai tahap seleksi untuk menyandang status sebagai mahasiswa dan mahasiswa ditempah dengan sedemikian rupa untuk menjadi orang-orang yang berkompeten dan bermutu.Menjadi seorang mahasiswa tentunya tidaklah mudah,menjalani status sebagai mahasiswa ada sisi kepuasan tersendiri namun juga ada sisi 'beban'nya sebagai mahasiswa,mungkin beban dalam menjalankan segudang tugas kuliah,atau mungkin beban yang datangnya dari orang sekitar yang mana mereka menginginkan kita menyelesaikan kuliah dengan target tertentu,misal 4 tahun.

Dalam dunia perkuliahan tidak akan pernah lepas dari yang namanya tugas baik itu tugas kuliah sendiri atau tugas-tugas yang lain.Khususnya tugas kuliah mahasiswa kadang suka terbengkalai,sehingga berakibat pada nilai akhir dan itu menjadi beban untuk kedepannya karena nilai yang kurang harus diulang lagi sehingga waktu lulus pun semakin lama.Mungkin ada mahasiswa yang kuliah lancar,organisasi lancar,bisnis lancar dan sebagainya namun itu hanyalah sebagian kecil dan orang-orang tertentu dan ada juga sebagian mahasiswa yang sengaja mengulur waktu lulus karena asyik dengan salah satu kegiatan mungkin lebih fokus kepada organisasi ketimbang kuliahnya sehingga mau tidak mau akan menjadi mahasiswa tua di kampus karena nilai tidakn stabil.Mungkin sebagian orang mengulur waktu lulus adalah hal yang tak begitu menyakitan karena mereka beranggapan bahwa kuliah kalau sudah semester atas tidak cari nilai lagi tapi cari hikmahnya :)
Ya,inilah dunia kampus kadang indah,kadang happy,namun tak jarang menyakitkan.Dunia kampus yang sesungguhnya dirasakan disini, akan sangat berbeda dengan apa yang dibanyangkan ketika masih SMA dulu apalagi membandingkan dengan cerita dunia perkuliahan yang ada di FTV,jauh.Kuliah mau lama atau pun cepat lulusnya yang terpenting adalah kualitas seorang mahasiswa tersebut.Ketika masuk dalam.dunia perkuliahan kita harus menyusun target sedemikian rupa,salah satunya ialah target untuk lulus dan sekurang-kurangnya target mahasiswa pada umumnya ialah 4 tahun namun banyak mahasiswa yang lupa dengan targetnya atau memang merubah target lulus lebih dari 4 tahun.Mungkin tahun-tahun sebelumnya mahasiswa masih boleh memilik target lulus lebih dari 4 tahun,namun karena hal tersebut negara pun ikut campur,karena mahasiswa yang telat lulus kuliah menjadi beban negara dan maka disepakatilah aturan terbaru saat ini mahasiswa harus lulus sekurangnya 4 tahun dan jika tidak seperti itu maka akan diluluskan dengan nilai seadanya.

Kembali ke masa-masa sebelum kuliah,begitu banyak pikiran yang melintas seadanyai menjadi seorang mahasiswa ada yang beranggapan menjadi mahasiswa itu bebas dari segi pakaian atau penampilan dan akan terlihat keren dan modis itu merupakan hal yang biasa dibanyakan oleh sebagian orang semasa sebelum menjadi mahasiswa,namun ada juga yang mengayalkan menjadi mahasiswa itu tempat berkumpulnya orang-orang berintelektual pilihan yang mana persaingan tidak ada di dunia kampus melainkan memikirkan diri-sendiri,dan ada juga yang sudah membayangkan kalau sudah kuliah,kuliah lancar terus lulus jadi sarjana muda dan dapat kerja yang diinginkan dan sebagainya masih banyak hal yang ada dipikiran status mahasiswa labil kala itu.
Namun apakah kalau kuliah tidak begitu lancar,lalu lulus dalam waktu yang hampir habis dan menjadi kakak (mahasiswa) tingkat akhir tertua,lulus disebut sarjana muda ??

2014/03/25

Lika-Liku Mahasiswa Fisipol

Kala pagi menjelang , ratusan bahkan ribuan mahasiswa di negeri ini mulai bersiap menapakkan kakinya di belantara kampus..Begitu pun dengan kami mahasiswa sospol setengah matang siap menghadapi apa yg akan terjadi di hari itu..Pagi itu mentari menari lembut dengan sinarnya, menyinari alam dengan cahaya yg tak menyengat.Kala bis dosen tiba di kampus kami mahasiswa sospol unsri mulai beranjak ke ruang kelas masing2.
Ruang 2203, yah itu adalah ruangan yg saya tempati pagi itu, riuh ramai suara mahasiswa yg mulai mencari posisi tempat duduk yg dapat membuat mereka nyaman dalam kelas.Namun suara dalam ruangan pun seketika mereda kala dosen yg punya image killer itu memasuki ruang kelas ku.Kata2 pertama yg keluar dari mulutnya yaitu " selamat pagiii.??"
Lalu tanpa aba-aba dengan serentak di jawab seisi kelas "pagiiiii..."Dan Seperti biasa, dosen ini akan mencari2 kesalahan mahasiswanya agar dia punya alasan untuk menegur mahasiswanya.Dan kata2 kedua yg keluar dari mulut ibu itu tiba2 saja membuat sbagian mahasswa di ruangan itu terperangah dan disanalah terjadi percakapan asiiik antara dosen dan mahasiswa...

Dosen : hari ini kita kuis yaa,karena ibu belum ada nilai kuis dg kalian...
Seluruh Mahasiswa : *kaleeem*diaam*kuuul* seolah sdah biasa ngadapin soal2...Tapii ada satu mahasiswa yg nyeletuk ngomong "buk, ngapo baru dikasitau skrg kami kan dak ado persiapan apo2..
Dosen : *nalurinya keluar* yasudaah ibuk kasi waktu 5 menit buat baca materi minggu lalu...sekaraang!!
Mahasiswa X : "astaga nian ibuk ini,ibuknyo siapo sih kejam nian
Ngomong bae kalo nak nyikso mahasiswa, dak galo2 wong biso belajar dikasi waktu 5 meniit.Nak gilooo..cckck"
Tapi skelompok mahasiswa yg cool tdi ngobrol " yosudah woi gugel tulaah ini,mumpung paket masih banyak.Payo buk mulailah pulo,kalo sdah nak keluar "
Dosen : "sdah, kito mulai skrg yaa waktunyo lah lbih naah 5 menit "
"Nomor satu, uraiankanlaah blablabla.....nomor dua tralalatrilili..."
sampai dengan soal nomor 4..
Mahasiswa : *ada yg mulai berkutik dengan hape masing2,ada yg dengan intim membolakbalik catatan harian eeh catatan kuliaah*...
Dosen : ayoo yg buka hape simpenlaah hapenyo,gaweke dg jujur,jawab sebiso kamu...
Mahasiswa :*kalem sesaat* aah ibuk ni curigaan bae..*ngelees*
Dosen : yoo ibuk ni jgo pernah SMA pernah kuliah jadi taulah apo yg kamu gaweke kalo ado ulangan2 kayak gini...
Mahasiswa : aaarrgh *aseeem*
Dosen : payo berentilaah mainin hape itu..agek ibu ambek lembar jawaban kamu..
Mahasiswa : aah ibuk katanya tdii pernah muda, mending mainin hape buk dari pada mainin hati wanita * mahasiswa badung berkata demikian*
*serentak isi kelas langsung ketawa kecil*
Dosen : siapa yg ngomong tadi ?? Itu yg ngomong pasti gagal move on... *senyuum cibir*..ayoo yg sdaah boleh dikumpul,waktu tnggl 10 menit kurang...
Mahasiswa :*grasakgrusuk tapi rapi*mahasiswaber-IP tinggi mulai ngumpulkan* "weeh,alangke cepatnyo woy lah ngumpul skrg teisi galo apo soalnyo tuhh :)"

  Dosen mulai menghitung mundur tanda waktu mengerjakan soal kuis sudah hampir habis.Mahasiswa mulai panik kesana kemari mencari segelintir jawaban walaupun belum tentu benar...Teeeeettt,waktunya habis dosen mulai keluar ruangan dan menuju ke dekanat..mahasiswa berlarian mengejar dosen untuk mengumpulkan lembar jawabanyaa..
Mahasiswa 1 : astagaa...apolah maksud ibuk ini ngasih kuis mendadak cak ini, galak nian jingok mahasiswanyo strees..
Mahasiswa 2 : sudahsudahlah oy waya cuman kuis belum uas..hehe nak banyak2 sabar nian memang kalo lah berhadapan dg dosen nih..apolagi ibuk yg tadi...
Mahasiswa 3 : aeeh demm,payo oy kito ke kantin dak usah dipeningke igo masalah kuis tdi,mending kito makan laah laper nian aku, payoo oyy
   Waktu menunjukkan pukul 10:24 pagi, mahasiswa mulai keluar dan berkeliaran kesana kemari, ada yg ke perpustakaan,ada yg sekedar duduk2 depan kelas atau depan dekanat, di bwah pohon,di gazebo, dan yg terpenting tongkrongan yg asiik ialah kantin kampus....aku dan teman2 ku berjalan menuju kantin yg lumayan dekat dengan fakulst ku..seiring irama langkah kaki kami asik ngobrol tentang tugas,tentang hal2 yg asik lainya dan sesampainya di kantin kami mulai mencari posisi tempat duduk yg nyaman, kami memilih tempat duduk di meja kosng yg ada di sudut ruangan, yaah itu posisi yg nyaman...
Mahasiswa 1 : huuuuhh,alhamdulillaaah,payo oy mesan apo kalian??
Mahasiswa 2 : aku nasi goreng bae laah, teloknyo dadar yoo..kau?kau? Mesanlaah...
Mahasiswa 3: aaiih samoke be laah dg kau, eem emang nasgor berapo hargo??
Mahasiswa 2 : seporsi 6000, nasi goreng galo apo?? Enam yo nasgornyo..
 Mahasiswa dua mulai menuju mba2 pemilik kantin untuk memesan makanan..
Mahasiswa 2 : mbaa nasi goreng 6 porsi yo mbaa, kami di meja ujung itu naah * sambil nunjuk posisi meja* oiyo mba teloknyo di dadar galo yaa..
Mba kantin : iyo, tunggulaah yaa
Mahasiswa 5 : kalian dak nak mesan minum apo??
Mahasiswa 1 : kau mesan minum apo??
Mahasiswa 5 : aku es kapucino,
Ado yg nak kapucino dak samo dg aku?
Mahasiswa 1 : ysdah aku samoi dg kau be..
 Ada 3 orang yg memesan minuman kapucino ini dan 3 orang lainnya air mineral..
Daan tadaaaa, nasi goreng yg tdi di pesan akhirnya sampai ke meja kami..
Waktu berlalu,tanpa ada sepata kata dari mulut kami karena asiik mengunyah makanan siang itu..
Setelah beberapa lama kami pun selesai dg santapan kami itu..kami menuju kasir lalu membayarkan uang yang sudah kami kumpulkan sebelumnyaa..
Mahasiswa 4 : ayoo kumpulilaah duet kamu..nasi goreng 6000, yg mesan kapucinonyo 3000
*ambil sana ambil sini dan duitnya pun terkumpul lengkap*
Tanpa kami sadari waktu sdah menunjukkan tengah hari,matahari mulai mengambil posisinya di tengah2 dan membuat hari itu semakin terik..
Mahasiswa 6 : nak kemano abis ini kito??
Mahasiswa 1 : ke fakultas bae yuuk!!
Mahasiswa 3 : eem kalian masih ado kuliah dak agek? Masuk brpo kito??
Mahasiswa 6 : aku katek kuliah lgi siang ini, tpi belum nak balek aku.Maleess
Mahasiswa 4 : ke perpus bae peh, nyari2 bahan untuk tugas.Banyak budak kito ke perpus tadi..yook!!
 Keputusan siang itu setelah selesai makan siang kami beranjak ke perpustakaan pusat untuk sekedar membaca buku dan mencari bahan untuk tugas...
Sejauh mata memandang akan terlihat hilir mudik lalu lalang mahasiswa dan kendaraan...dan itulqh pemandangan yg terjadi setiap hari di kampus kuning ini...

Mahasiswa 5 : eeh kalian nak nunggu dimano, aku ke wc dulu yoohh
Mahasiswa 4 : nak ke wc, aku ikuuuut...
Mahasiswa 1 : ysdaah kami nunggu di atas yoo,di meja tempat baco2 itu naaah
  Entah mungkin karena kebanyakan minum atau ada masalah lain atau justru kebiasaan setiap datang ke perpustakaan, mahasiswa tersebut selalu berlangganan dengan wc perpus dan begitu pun yg terjadi ketika kami sampai di perpustakaan siang itu.....

Teeeeng..jam 1 siang
Tiba2 kami yg ada jam kuliah siang itu saling pandang..

Mahasiswa 5 : woyyy laah masuk, naah aku lah dpt sms..cacam payo ke kelas
Mahasiswa 1, 5 : Ayoo ke kelas kito
Tapi dak usah cepat2 oy dg bapak itu jgo..
 

BERSAMBUNG....






2014/03/01

Kontroversi (Asap) Rokok.Dalam Rangka Hari Ginjal Sedunia (1/3/2014)

Rokok??Siapa sih yg gak kenal dengan benda yg satu ini bahkan sudah sangat familiar di seluruh jagad raya .Rokok sangat dikenali dan digemari baik oleh kalangan muda,tua,remaja, pejabat,perempuan, pelajar bahkan juga anak-anak sekali pun sudah sangat akrab dengan rokok.
Ketenaran rokok bisa dibilang sebanding atau bahkan lebih terkenal dari bulu mata anti badainya Syahrini dan mungkin selevel dengan goyangan oplosannya Soimah.
Rokok memang sudah melegenda di negeri ini, tapi rokok tidaklah dapat didefinisikan secara jelas asal muasalnya tapi yg pasti rokok sudah hidup sejak dahulu kala...
Rokok merupakan suatu benda yg berukuran kecil seukuran dengan jari kelingking manusia berbentuk memanjang seperti pipet air minum yg mana pada salah satu ujung rokok digunakan untuk menghisap asap dan ujung yg satunya yg diisi dengan tembakau untuk dibakar...
Banyak insan yg pro dan juga kontra terhadap bahaya rokok, bagi kalangan yg merokok (perokok aktif) mereka akan berargumen bahwa rokok itu tidaklah berbahaya kalau masih batas wajar sedangkan kalangan yg pro mereka akan mengatakan bahwa merokok itu sangat berbahaya..Mendalami kedua argumen tersebut ada baiknya ditelaah lebih lanjut agar tidak adanya kesenjangan yg lebih lanjut..
Rokok memang tidak berbahaya selagi tidak ada apinya,hehe.Iyah rokok itu berbahaya bagi mereka yg tidak kena bahayanya.Apalagi kalo ada yg bilang kalo merokok itu dapat membunuh.Nih saya beri fakta bahwa bapak saya sudah merokok sejak saya belum lahir (umur saya sekarang 20 th) atau bapak saya masih jaman remaja dan saat ini bapak saya sudah berkepala enam (6) tapi sekarang masih bisa jalan,masih bisa bernafas dengan lega dan kalo memang merokok dapat menyebabkan penyakit2 yg tertera dibungkus rokok pastilah ada yg "hinggap" pada anggota keluarga kami tapi itu tidak terbukti.Apalagi kalo merokok dapat membunuh si perokok akut itu saya bantah dengan kata tidak benar karena dibungkus rokoknya sendiri yg ditulis adalah penyakit orang-orang kaya dan tidak dituliskan bahwa merokok dapat menyebabkan kematian,heehee
Sekali lagi bahwa merokok itu tidak berbahaya bagi mereka yg tidak mengatakan dan memikirkan bahwq merokok itu berbahaya...
Rokok memiliki kontradiksi antara bidang ekonomi dan kesehatan juga agama.Bisa dibayangkan jika seluruh yg tdinya sebagai perokok aktif menyatakan berhenti merokok dan berapa puluh juta kerugian perusahaan rokok dan dipastikan mereka akan gulung tikar.Di setiap toko atau warung kecil pasti menjual berbagai macam jenis rokok dan itu sangat memberikan keuntungan bagi pedagang karena setiap harinya dipastikan bahwa ada pengonsumsi rokok ini.Artinya dari sisi ekonomi rokok sangatlah memberikan keuntungan tetsendiri bagi para pedagang..Setiap perokok tentunya pasti mengetahui bahaya yg disebabkan terlebih karena pada setiap kemasan rokok sudah terdapat tulisan penyakit yg disebabkan oleh rokok seperti serangan jantung, kanker,dan impotensi.Tetapi itu adalah sebagian dari penyakit yg disebabkan rokok yg banyak diketahui oleh masyarakat.Dalam ilmu kedokteran terkait dengan bahaya atau masalah rokok-merokok ini punya jawaban tesendiri tentunya,selain bahaya yg tertera pada bungkus rokok ada banyak lagi bahaya yg lain dan karena terlalu banyak sehingga saya tidak bisa menyebutkannya satu per satu (lebaay modeon)...
Dalam ilmu agama saya belum begitu mendalami apa keterkaitannya tetapi saya pernah dengar dari salah seorang guru agama saya waktu SMA bahwa jika kita mengkonsumsi sesuatu yg dapatel,ada yg langsung men-judge,tetapi dari sebagian orang yg tidak merokok bukanlah membenci rokoknya ataupun orangnya tapi terkadang ilfeel dengan asap rokok yg bertebaran di depan hidung dan mata...
Bukan rahasia umum kalo semua kalangan suka merokok,terkadang ibu-ibu pun ada yg gemar dengan rokok bahkan anak-anak di bawah umur pun tak kalah hebat dengan para remaja dan orang dewasa dalam hal merokok..Pernah saya melihat segerombolan anak jalanan sedang duduk santai menikmati kendaraan yg hilir mudik lalu lalang silih berganti dan ada satu dua anak dengan salah satu gitar kecil ditangan kirinya dan satu batang rokok menyala di tangan kanannya dan tidak lupa satu buah topi dikepalanya yg di posisikannya terbalik...Dengan pakaian dibadan yg seadanya anak-anak itu bernyanyi-nyanyi kecil riang seperti tak ada beban..(gambaran generasi penerus bangsa)shyit!!
Waktu saya lagi kuliah juga punya cerita terkait rokok yg mana waktu itu saya dan teman-teman lagi jam istirahat dan kami sedang duduk di kantin kampus..Pagi itu memang tidak begitu ramai,saat itu kami mendengar percakapan antara pemilik kantin dengan salah seorang (lupa apa) yg membicarakan bahwa tidak boleh ada reklame atau gambar2 bermerk rokok dalam kampus (udaah itu doang) hehe...
Namun baru-baru ini saya juga punya cerita terkait dg orang yg merokok..kejadiannya juga dikantin kampus, yg mana pada saat itu saya dan empat teman saya lagi menikmati makan siang lalu ada sekelompok gengges yg mau makan siang juga dan mereka duduk tepat di hadapan kami..dan dikelompok itu ada salah seorang laki-laki yg dengan santainya merokok dan alhasil seisi kantin itu pun mau tidak mau menghisap asap rokok..Salah satu temannya sudah menegur untuk "matikan rokok!!"tapi bukan dihiruaukan malah dijawabnya "dak apo-apo,katek jugo tulisan dilarang merokok disini kan"...Untuk saat itu saya masih bisa mengontrol diri sehingga kata-kata itu saya biarkan lewat begitu saja tanpa saya bantah sepata katapun...Padahal sanggahan saya terhadap kata-kata itu dengan spontan yaitu "ado tulisan dilarang merokok bae kadang masih merokok apolagi idak ado,padahal iklan bermerk rokok,partai di kampus itu dilarang apolagi itu dalam kantin wong lagi makan langsung bae seisi kantin itu ngisap asap dan bau rokok kau dewek itu,apo kendak"
Rokok,rokoook!!Sudahlah tidak usah terlalu dipikirkan tentang yang satu ini,baik buruknya ada pada diri kita masing-masing bagi yg merokok jika kalian ingin tetap merokok silahkan saja tidak ada yg bisa menghalangi sebab rokok itu adalah sebagai candu,jadi sangat susah untuk dihentikan,tapi merokoknya harus lihat sikon,lihat keadaan,lihat tempat.Merokok pun harus ikut aturan jika ingin dihormat oleh mereka yg tidak merokok...
Bagi yg tidak merokok atau yg tadinya merokok lalu kemudian berhenti merokok dipertahanakannn!!jangan sampai terpengaruh oleh mereka yg merokok..
Oiya kalian pasti punya dong cerita dibalik rokok atau dengan orang yg merokok didekat kalian??
Dibalik sebatang rokok itu punya manfaat tersendiri bagi yg sudah terbiasa,rokok itu bisa membuat orang saling akrab
Sering kan liat orang yg merokok terus bertemu lalu saling ngobrol,ada yg nanya punya korek gak,pinjem apinya dong,boleh bagi rokoknya udah pahit nih lidah dan sangat jarang liat orang orang ngobrol "pipetnya udah?pinjem dong" ,heheh...
Kadang bagi sebagian orang rokok itu lebih penting dari nasi,iya dari nasi..biasanya bagi bapak2 yg sudah lama mengosumsi rokok jika mau makan terus nasinya belum ada pasti dialihkan ke rokok...

Mungkin kalian yg membaca note ini
Bingung dan sedikit aneh karena mencari makna,maksud,tujuan dan kesimpulannya dari tulisan ini..
Tapi setidaknya saya hanya ingin memaparkan gambaran kehidupan terutama yg sangat akrab di sekeliling kita yaitu rokok..mengapa rokok??yah karena siapa yg tidak tahu dg rokok..ponakan saya saja yg belum sekolah sudah mainin rokok (mainin rokok looooh) hehe...
And did you know?faktanya rokok itu yang berbahaya bukan rokoknya melainkan asapnya,but tidak akan ada asap kan jika tidak ada yang merokok,right??
Di atas saya menuliskan bahwa rokok itu tidak berbahaya dan tidak dapat membunuh daaaan itu bukan berarti saya bermaksud menghalalkan rokok ituu..tapi itu berdasarkan pernyataan2 dari sebagian orang antara mereka yg merokok dan yg tidak merokok
Tapi intinya rokok itu tidak baik bagi kesehatan karena dapat merusak sebagian dari tubuh kita terutama bagian2 inti dalam tubuh kita seperti hati,jantung,paru-paru dan juga bagian2 lainnya...
Jika sudah menyinggung pada kerusakan tubuh atau kesehatan kita kaitkan dg agama,seperti yg dipaparkan di atas juga bahwa sesuatu yg dapat merusak kesehatan dan tubuh adalah haram seperti halnya minuman yg memabukkaan dan ini terdapat dalam Al-Quran (ini menurut Islam)..
Intinya siapa yg mengatakan rokok itu baik maka akan baik menurutnya dan jika mengatakan bahwasannya rokok itu tidak baik maka jelas tidak akan disentuhnyaaa....Tergantung kepada masing2 orang saja..Daaaaan saya tidak merokok!! SEKIAN!!
Karya : Hidayat

2013/09/10

Perubahan Sosial

PERUBAHAN SOSIAL

            Perubahan sosial dapat diartikan sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga sosial dalam suatu masyarakat. Perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga sosial itu selanjutnya mempunyai pengaruhnya pada sistem-sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, pola-pola perilaku ataupun sikap-sikap dalam masyarakat itu yang terdiri dari kelompok-kelompok sosial. Masih banyak faktor-faktor penyebab perubahan sosial yang dapat disebuntukan, ataupun mempengaruhi proses suatu perubahan sosial. Kontak-kontak dengan kebudayaan lain yang kemudian memberikan pengaruhnya, perubahan pendidikan, ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, penduduk yang heterogen, tolerasi terhadap perbuatan-perbuatan yang semula dianggap menyimpang dan melanggar tetapi yang lambat laun menjadi norma-norma, bahkan peraturan-peraturan atau hukum-hukum yang bersifat formal.
            Perubahan itu dapat mengenai lingkungan hidup dalam arti lebih luas lagi, mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola keperilakuan, strukturstruktur, organisasi, lembaga-lembaga, lapisan-lapisan masyarakat, relasi-relasi sosial, sistem-sistem komunikasi itu sendiri. Juga perihal kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial, kemajuan teknologi dan seterusnya.
            Ahli-ahli sosiologi dan antropologi telah banyak membicarakannya. William F. Ogburn berpendapat, ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan, baik yang material ataupun yang bukan material. Unsur-unsur material itu berpengaruh besar atas bukan-material. Kingsley Davis berpendapat bahwa perubahan sosial ialah perubahan dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, dengan timbulnya organisasi buruh dalama masyarakat kapitalis, terjadi perubahan-perubahan hubungan antara buruh dengan majikan, selanjutnya perubahan-perubahan organisasi ekonomi dan politik.
            Mac Iver mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan hubungan-hubungan sosial atau perubahan keseimbangan hubungan sosial. Gillin dan Gillin memandang perubahan sosial sebagai penyimpangan cara hidup yang telah diterima, disebabkan baik oleh perubahan kondisi geografi, kebudayaan material, komposisi penduduk, ideologi ataupun karena terjadinya digusi atau penemuan baru dalam masyarakat. Selanjutnya Samuel Koeing mengartikan perubahan sosial sebagai modifikasi yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia, disebabkan oleh perkara-perkara intren atau ekstern.
            Akhirnya dikutip definisi Selo Soemardjan yang akan dijadikan pegangan dalam pembicaraan selanjutnya. “Perubahan –perubahan sosial adalah segala      perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan dalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuka didalamnya nilai-nilai, sikap-sikap dan pola-pola per-kelakukan diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat”. Definisi ini menekankan perubahan lembaga sosial, yang selanjutnya mempengaruhi segi-segilain struktur masyarakat. Lembaga sosial ialah unsur yang mengatur pergaulan hidup untuk mencapai tata tertib melalui norma.
            Ada pandangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial itu merupakan suatu respons ataupun jawaban dialami terhadap perubahan-perubahan tiga unsur utama :
Faktor alam
Faktor teknologi
Faktor kebudayaan
            Kalau ada perubahan daripada salah satu faktor tadi, ataupun kombinasi dua diantaranya, atau bersama-sama, maka terjadilah perubahan sosial. Faktor alam apabila yang dimaksudkan adalah perubahan jasmaniah, kurang sekali menentukan perubahan sosial. Hubungan korelatif antara perubahan slam dan perubahan sosial atau masyarakat tidak begitu kelihatan, karena jarang sekali alam mengalami perubahan yang menentukan, kalaupun ada maka prosesnya itu adalah lambat.
            Dengan demikian masyarakat jauh lebih cepat berubahnya daripada perubahan alam. Praktis tak ada hubungan langsung antara kedua perubahan tersebut. Tetapi kalau faktor alam ini diartikan juga faktor biologis, hubungan itu bisa di lihat nyata. Misalnya saja pertambahan penduduk yang demikian pesat, yang mengubah dan memerlukan pola relasi ataupun sistem komunikasi lain yang baru. Dalam masyarakat modern, faktor teknologi dapat mengubah sistem komunikasi ataupun relasi sosial. Apalagi teknologi komunikasi yang demikian pesat majunya sudah pasti sangat menentukan dalam perubahan sosial itu.
            Perubahan kebudayaan seperti telah di sebut di atas, dapat menimbulkan perubahan sosial, meskipun tidak merupakan suatu keharusan. Kebudayaan itu berakumulasi. Sebab kebudayaan berkembang, makin bertambah secara berangsur-angsur,. Selalu ada yang baru, di tambahkan kepada yang telah ada. Jadi bukan menghilangkan yang lama, tetapi
dalam perkembangannya dengan selalu adanya penemuanpenemuan baru dalam berbagai bidang (invention), akan selalu menambah yang lama dengan yang baru. Dan seiring dengan pertambahan unsur-unsur kebudayaan tersebut, maka berubah pula kehidupan sosial-ekonomi ataupun kebudayaan itu sendiri.
            Paham determinisme, memberi pandangan yang deterministik menganggap hanya ada satu faktor yang paling menentukan perubahan sosial. Terhadap paham determinis ini dapat diadakan penggolongan besar menjadi dua. Pertama yang menganggap bahwa faktor yang paling menentukan tadi bersifat sosial, sedangkan yang kedua bersifat non-social. Untuk contoh golongan yang pertama, dapatlah di kemukakan misalnya pendapat Karl Marx dalam bidang ekonomi. la salah seorang tokoh yang terkenal dengan pendapat, bahwa perkembangan suatu masyarakat dapat dikatakan di tentukan seluruhnya oleh struktur atau perubahan - perubahan
struktur ekonomi masyarakat tersebut. Keadaan demikian dapat dikatakan sebagai suatu determinisme ekonomi. Contoh golongan kedua, misalnya adanya pandangan bahwa iklimlah yang paling berpengaruh terhadap perubahan sosial. Contoh lain adalah McLuhan yang menganggap bahwa inovasi-inovasi dalam bidang teknologilah yang lebih banyak pengaruhnya terhadap perkembangan di dalam masyarakat.
            McLuhan memilih teknologi informasi sebagai teknologi yang terpenting, yang paling mampu menyebabkan perubahan di dalam masyarakat. Jika teknologi atau cara-cara berkomunikasi masyarakat banyak mengalami perubahan, maka sudah pasti pula akan terjadi perubahan-perubahan sosial.
McLuhan lebih maju satu Iangkah lagi dengan hipotesisnya yaitu “Societies have been shaped more by the nature of the media by which men communicate than by the content of the communication”. (Masyarakat lebih banyak terbentuk oleh sifat-sifat alamiah dari media yang dipakai untuk berkomunikasi, daripada siaran atau isi berita itu sendiri) “The media is the message” adalah perumusan McLuhan yang terkenal. Salah satu alasan McLuhan adalah karena media yang baru tidak saja hanya menyebabkan ‘perubahan dalam kesanggupan manusia menggunakan’pence inderanya.
            Dalam keseluruhannya, baik yang bersifat sosial maupun yang non-sosial, kaum determines ini menganggap manusia itu hanya responsif belaka, reaktif saja. Padahal, manusia juga aktif membuat aksi agar pihak lain bereaksi. Juga dalam hal perubahan kebudayaan, manusia dengan pendangan hidupnya dan tingkahlakunya bukan saja merupakan suatu hasil dari pengaruh budaya, tetapi manusia sendiri menghasilkan dan menciptakan kebudayaan. Itulah sebabnya perubahan kebudayaan tidak boleh di pisahpisahkan dari para individu ataupun masyarakat pendukung kebudayaan itu. Unsur-unsur kebudayaan jangan dijadikan suatu kesatuan atau unit-unit yang berdiri sendiri lepas dari manusia.
Proses Perubahan Sosial
            Proses perubahan sosial terdiri dari tiga tahap barurutan:
Invensi yaitu proses di mana ide-ide baru diciptakan dan dikembangkan,
Difusi, ialah proses di mans ide-ide baru itu dikomunikasikan ke dalam sistem sosial, dan
Konsekwensi yakni perubahan-perubahan yang terjadi dalam sistem sosial sebagai akibat pengadopsian atau penolakan inovasi. Perubahan terjadi jika penggunaan atau penolakan ide baru itu mempunysi akibat. Karena itu perubahan sosial adalah akibat komunikasi sosial.
Macam-macam Perubahan Sosial    
            Salah satu cara yang berguna dalam meninjau perubahan sosial ialah dengan memperhatikan darimana sumber terjadinya perubahan itu. Jika sumber perubahan itu dari dalam sistem sosial itu sendiri, dinamakannya perubahan imanen. Jika sumber ide baru itu berasal dari luar sistem social, yang demikian itu disebut Perubahan kontak.Perubahan imanen terjadi jika anggota sistem sosial menciptakan dan
mengembangkan ide baru dengan sedikit atau tanpa pengaruh sama sekali dari pihak luar dan kemudian ide baru itu menyebar ke seluruh sistem sosial. Seorang petani di Iowa menemukan alat sederhana untuk pengumpil jagung. Penemuan itu memudahkan pekerjaan dan tidak banyak memakan waktu.
            Dalam waktu singkat banyak tetangga penemu itu yang menggunakan alat tersebut. Dengan demikian perubahan imanen adalah suatu gejala “dari dalam sistem” Perubahan kontak terjadi jika sumber dari luar sistem sosial memperkenalkan ide baru. Perubahan kontak adalah gejala “antar sistem”. Ada dua macam perubahan kontak, yaitu perubahan selektif dan perubahan kontak terarah. Perbedaan perubahan ini tergantung dart mana kita mengamati datangnya kebutuhan untuk berubah itu, dari dalamkah atau dari luar sistem sosial.
Perubahan individual dan perubahan sistem.
            Kita telah membahas perubahan sosial dari sudut datangnya inovasi. Sudut tinjauan lainnya bisa dilakukan dengan melihat perubahan itu dan unit pengadopsi atau yang menerima ide-ide baru itu. Dalam hal ini ada dua macam yaitu perubahan individual dan perubahan sistem- sosial.
Banyak perubahan yang terjadi pada level individual, dimana seseorang bertindak sebagai individu yang menerima atau menolak inovasi. Perubahan pada level ini disebut dengan bermacam-macam nama, antara lain difusi, adopsi, modernisasi, akulturasi, belajar atau sosialisasi. Kami menggunakan istilah perubahan mikro untuk menyebut perubahan yang demikian ini karena ia memfokuskan, perhatian pada perilaku perubahan individual.
Perubahan juga terjadi pada level sistem social. Ada berbagai istilah yang dipakai untuk perubahan macam ini, misalnya pembangunan, sosialisasi , integrasi atau adaptasi. Disini perhatian kita terarah pada level sistem sosial, karena itu kami pergunakan istilah perubahan makro.      
            Tentu saja perubahan pada kedua level itu berhubungan erat. Jika kita menganggap sekolah sebagai suatu sistem sosial, make pengadopsian suatu metode mengajar baru yang dilakukan oleh sekolah tersebut akan membawa kita pada proses pengambilan keputusan yang dilakukan oleh para guru sebagai pribadi untuk mengubah-metode mengajar mereka. Sama halnya, perubahan pada sebagian besar individu dalam sistem Gumgum Gumilar, S.Sos., M.Si./ Program Studi Ilmu Komunikasi Unikom sosial akan mengakibatkan pula perubahan pada sistem. itu sendiri. Keputusan para petani untuk mengadopsi varietas kopi yang lebih unggul mungkin akan me nyebabkan perubahan pada perimbangan perdagangan negara-negara di dunia internasional.
            Dibalik semua itu, barangkali semua analisa perubahan sosial harus memusatkan perhatiannya terutama pada proses komunikasi. Nyatanya semua penjelasan mengenai perilaku manusia berpangkal pada penyelidikan Mengenai bagaimana orang-orang itu memperoleh dan merubah ide-idenya melalui komunikasi dengan orang lain. Proses belajar, proses difusi dan proses perubahan pada dasarnya merupakan proses pengkomunikasian gagasan baru

Sosiologi Industri


SOSIOLOGI INDUSTRI
Prinsip-Prinsip Dasar Sosiologi Industri
Fokus dan Cakupan Sosiologi Industri
            Sosiologi memusatkan perhatian kepada tindakan-tindakan manusia yang terbingkai dalam sejumlah aturan-aturan yang dibangun oleh sekumpulan manusia itu sendiri. Tindakan manusia juga terbingkai di dalam struktur sosial. Namun, sosiologi juga memperhatikan aspek dinamis dari tindakan. Individu mempunyai kemungkinan untuk mengelola tindakannya. Perspektif ini membuat sosiologi bersifat ganda. Meskipun begitu, di antara keduanya terdapat keterkaitan yang sangat erat.
            Perkembangan sosiologi tidak dapat dilepaskan dari pemikiran para tokoh sosiologi klasik yang memberi sumbangan berharga melalui pengamatan mereka terhadap perubahan-perubahan besar di masyarakat Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Agar Anda lebih memahami materi Kegiatan Belajar 1, coba Anda jelaskan kembali materi Kegiatan Belajar 1 dengan bahasa Anda sendiri. Anda juga harus menjelaskan konsepkonsep penting dalam materi 1
khususnya di Eropa.
            Revolusi industri dan berbagai revolusi sosial politik lainnya di negara Eropa menghasilkan beragam cara pandang di antara para sosiolog klasik mengenai perkembangan kapitalisme, rasionalisme, serta perubahan struktur sosial. Perubahan-perubahan yang terjadi baik di tingkat masyarakat maupun khususnya di dalam organisasi kerja memberi sumbangan yang berarti bagi pengembangan sosiologi industri.
Teori-teori dalam Sosiologi Industri
            Sosiologi industri mempunyai cakupan teori yang sangat luas. Ada tiga penyebab luas cakupan tersebut. Pertama, cakupan substansi yang dibahas di dalam sosiologi industri cukup luas. Kedua adanya perbedaan tingkat analisis yang menghasilkan keragaman berbagai teori. Ketiga adalah karena teori-teori yang digunakan di dalam sosiologi industri memiliki keragaman berdasarkan asal pemikirannya. Luasnya cakupan seluruh teori yang digunakan di dalam analisis-analisis sosiologi industri itu dapat dikelompokkan ke dalam tiga kategori pendekatan. Pertama, pendekatan non-sosiologis. Kedua, pendekatan sosiologis. Ketiga, pendekatan hubungan industrial.
            Pendekatan non-sosiologis di pelopori oleh kehadiran teori-teori yang mempunyai basis analisis psikologis. Pertama dan paling populer adalah teori manajemen ilmiah atau Taylorisme. Kedua adalah psikologi-manajerial. Sementara itu, teori-teori yang berbasis pendekatan sosiologis dapat dilihat dari teori Durkheim yang berpengaruh terhadap kategori teori hubungan antara manusia dari Elton Mayo, teori Dunlop. Selain itu, teori-teori Max Weber dan Karl marx, sedangkan teori-teori berpendekatan hubungan industrial, terbagi ke dalam kelompok pemikiran unitaris, pluralis, dan radikalis.
Sistem Produksi
Sistem Produksi Primer, Gilda, dan Putting-Out
Sistem Produksi Primer
            Sistem produksi primer banyak terdapat pada masyarakat agraris, biasanya terdiri dari suatu keluarga luas yang terdiri dari generasi pertama sampai generasi berikutnya. Kedudukan mereka dalam pekerjaan ditentukan oleh pertalian darah. Pembagian kerja rendah, hanya berdasarkan jenis kelamin dan usia. Hubungan mereka lebih bersifat sosial. Pekerjaan sistem produk ini sepenuhnya tergantung kepada kebaikan alam. Seluruh hasil produksi untuk kepentingan konsumsi, persediaan paceklik dan dibarter dengan kebutuhan yang tidak dapat diproduksi sendiri. Sistem produksi ini lebih ditunjukkan bagi ketercukupan sandang, pangan dan papan. Sistem ini sebagian tergantung pada pihak lain karena tanah yang dikerjakan bukan miliknya sendiri atau pertimbangan keamanan.
Sistem Produksi Gilda
            Gilda berukuran lebih kecil dari sistem produksi primer, merupakan sarana pelarian bagi petani karena berbagai sebab. Pada prinsipnya petani datang ke gilda harus diterima dan biasanya sudah berbekal keterampilan. Gilda dipimpin oleh seorang master (tua) yang memiliki keterampilan, modal, alat, dan cenderung mengembangkan Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! alat-alatnya, walaupun belum mampu mengembangkan mesin. Master mengandalkan hidup dari barang-barang sekunder sehingga master harus membuat barang yang berkualitas dan standar, yang harus dijual sendiri ke pasar, karena itu sifat dasar gilda menjadi lebih tinggi. Setiap jenis gilda membentuk asosiasi induk untuk beberapa tujuan. Suasana dalam gilda masih bersifat kekeluargaan, bahkan kadang-kadang terjadi perkawinan antara anak master dengan karyawan gilda.
            Dalam perjalanan waktu, gilda menjadi lemah karena beberapa faktor, yaitu terhambatnya monolitas vertikal karyawan penuh untuk menjadi master, kompetisi tidak sehat di antara gilda itu sendiri, sejumlah pemilik gilda menjadi kaya raya, beberapa gilda beralih menjadi pedagang, dan luasnya pasar di luar negeri menjadikan gilda semakin bergantung pada pedagang ekspor.
Sistem Produksi Putting-out
            Jumlah saudagar kaya dan kuat menjadi semakin besar. Kekayaannya diperoleh dari perdagangan luar negeri, jarahan di negara koloni, memonopoli perdagangan, dan menghancurkan gilda yang terdapat di negara koloni. Dengan semakin besarnya pasar di luar negeri, gilda tidak dapat mencukupi kebutuhan pasar sehingga pedagang memanfaatkan petani. Pada awalnya petani harus menyediakan alat dan modal sendiri, tetapi pada perkembangan berikutnya, alat, modal, dan pemasaran ditangani oleh pedagang.
            Sistem produksi putting-out runtuh karena sulitnya mengontrol ketepatan penyelesaian produksi, beragamnya waktu penyelesaian produksi, sukarnya mengontrol (pengawasan), serta sulitnya melakukan pembagian dan penggunaan mesin baru sehingga sulit menekan biaya produksi atau meningkatkan produksi.
Sistem Produksi Pabrik
            Sistem produksi pabrik muncul seiring dengan munculnya industrialisasi. Penemuan mesin-mesin berpresisi tinggi menghasilkan mutu, memudahkan pekerjaan manusia, tidak banyak membutuhkan banyak tenaga manusia dan meningkatkan jumlah produksi. Dengan kehadiran mesin, pekerjaan dipecah menjadi banyak sehingga setiap orang tidak selalu memerlukan keterampilan khusus yang membutuhkan biaya mahal.
            Ada beberapa keuntungan bila pekerjaan dibagi dalam banyak bagian, yaitu pekerjaan kecil dan sederhana dapat dikerjakan semua orang, produktivitas setiap pekerja menurut satuan pekerjaannya menjadi meningkat, dan produktivitas akhir setiap pekerja meningkat pesat.
            Sistem produksi pabrik berbeda menyolok dengan sistem produksi primer, gilda, dan putting-out pada fakta bahwa seluruh modal, alat dan alat mesin hingga pemasaran sepenuhnya dikuasai oleh pedagang/ pengusaha sehingga pengusaha mempunyai posisi tawar yang sangat kuat. Oleh karena itu, dapat dimengerti bila orientasi pokok pengusaha hanya tertuju pada kapasitas paham bagaimana orang dapat terus memupuk dan meningkatkan investasinya. Hubungan antara karyawan dan pengusaha adalah formal. Untuk menekan ongkos produksi, pengusaha tidak segan-segan mempekerjakan wanita dan anak-anak.
PEKERJAAN
Hakikat Kerja
            Keith Grint berusaha menjelaskan definisi kerja sebagai tindakan yang dapat menjamin keberlangsungan (survival) individu dan masyarakat. Karena itu, tindakan seperti menulis buku, bermain drama, mengajar dapat dipandang sebagai kerja meskipun tidak memiliki pengaruh yang besar terhadap keberlangsungan suatu masyarakat.
            Tony J. Watson mendefinisikan kerja sebagai aktivitas-aktivitas yang dapat membantu manusia bertahan hidup (make a living) dalam suatu lingkungan masyarakat. Istilah bertahan hidup dalam definisi Watson bukan hanya menunjuk pada usaha untuk memproduksi barangbarang material, tetapi juga meliputi ketahanan fisik (physical survival) dan aspek budaya yang berhubungan dengan eksistensi manusia.
            Aspek budaya dari kerja berhubungan dengan sikap atau konsepsi suatu masyarakat terhadap kerja. Sikap terhadap kerja sangat beragam antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya. Keragaman sikap ini merefleksikan nilai-nilai dan terkadang kepentingan suatu masyarakat yang mendukung budaya tersebut.
            Pola kerja di era industrialisasi tidak bisa lagi didasarkan pada orientasi kerja melainkan pada ketentuan waktu. Waktu adalah uang, tidak bisa disia-siakan begitu saja, tetapi harus dimanfaatkan. Buruh tidak bisa lagi mengontrol pola kerja mereka, tetapi dipaksa untuk bekerja seharian di pabrik.
            Kerja sangat berkaitan dengan ruang dan waktu. Definisi kerja sangat berhubungan dengan konteks masyarakat setempat. Ada kegiatan bagi sebagian masyarakat adalah kerja, tetapi bagi masyarakat lain bukan kerja. Karena itu, kerja memiliki dimensi sosial atau konstruksi sosial.
Definisi tentang kerja sering kali tidak hanya menyangkut apa yang dilakukan seseorang, tetapi juga menyangkut kondisi yang melatarbelakangi kerja tersebut, serta penilaian sosial yang diberikanterhadap kerja tersebut.
            Dengan mempertimbangkan kritik terhadap beberapa dikotomi kerja maka kerja dapat didefinisikan sebagai segala hal yang dikerjakan oleh seorang individu baik untuk subsistensi; untuk dipertukarkan atau diperdagangkan; untuk menjaga kelangsungan keturunan dan kelangsungan hidup keluarga atau masyarakat.
Proses Kerja dan Keterasingan
            Proses kerja adalah suatu sarana di mana bahan-bahan mentah (raw materials) diolah untuk menjadi produk oleh tenaga manusia dengan bantuan alat atau mesin. Seseorang bisa mengalami ketidakpuasan dalam bekerja atau bahkan mengalami situasi keterasingan (alienation). Situasi keterasingan merupakan perwujudan dari perasaan ketidakberdayaan, hampa, terisolasi secara sosial atau keterasingan diri (self-estrangement). Dalam situasi demikian, seseorang merasa tidak memiliki alasan untuk mencurahkan tenaga dan pikiran untuk pekerjaannya.
            Keterasingan atau alinenasi dianalisis oleh Blauner dengan cara mengkategorikannya ke dalam empat dimensi. Pertama, ketidakberdayaan (powerlessness), yakni tidak adanya kekuatan buruh untuk mengontrol hasil kerjanya. Kedua, kehampaan makna (meaninglessness), yaitu buruh tidak menemukan makna dari aktivitas kerjanya. Ketiga, isolasi (isolation), yaitu buruh tidak terintegrasi secara sosial ke dalam aktivitas kerja. Keempat, terasing dari diri sendiri (selfestrangement), yaitu buruh tidak menjadi bagian dari proses kerja.
BURUH INDUSTRI
Pengertian dan Peran Buruh
            Istilah buruh identik dengan kondisi ketidakadilan, penghisapan, kebobrokan. dan kemeralatan. Bahkan istilah buruh dilekatkan pada ideologi atau gerakan komunis dan bersifat subversif. Karena itu, terdapat kecenderungan umum untuk mengganti istilah buruh dengan istilah pekerja (worker) untuk menyebut orang-orang yang bekerja di pabrik. Di Indonesia, kadang-kadang mereka disebut sebagai karyawan.
            Kondisi perburuhan pada masa revolusi industri sangatlah memprihatinkan. Pekerja pabrik pada masa itu bukan hanya terdiri dari pria usia kerja saja, tetapi juga wanita tua dari gadis sampai ibu-ibu yang sudah tua renta dan anak-anak. Tiap hari mereka bekerja dalam waktu panjang tanpa fasilitas kebersihan, keamanan dan kesehatan. Apabila buruh sakit/mendapat kecelakaan kerja, pabrik tidak mau menanggung biayanya, bahkan yang bersangkutan dipecat karena dianggap mangkir tidak mampu melaksanakan tugas. Pengusaha dan manajemennya sangat berkuasa. Pekerja dengan upah sangat minim dipaksa bekerja matimatian, lembur terus-menerus tanpa jaminan, sementara pengusaha mendapat keuntungan sangat banyak.
            Kondisi pabrik atau industri yang buram, lambat laun berubah menjadi bangunan yang bersih, terang, sehat, terpelihara, serta lega dan mempunyai berbagai fasilitas dan kesejahteraan. Nasib buruh menjadi lebih baik, jam kerja dikurangi, memiliki asuransi dan perlindungan hukum dan keamanan. Kedudukan buruh juga sekarang cukup baik dan kuat karena dapat mempengaruhi aturan, bahkan memaksa pengusaha dan penguasa.
            Sosiolog Karl Marx menganjurkan kepada kaum buruh yang sering disebut kaum proletar di seluruh dunia untuk bersatu dan secara aktif melawan eksploitasi kelas kapitalis yang selama ini menghisapnya. Robohnya kelas atas (kapitalis) merupakan pertanda munculnya suatu jenis masyarakat baru, yakni masyarakat sosialis atau komunis.
            Dalam masyarakat komunis (di bawah kepemimpinan kaum buruh) seluruh alat produksi tanpa, kecuali dibagikan secara merata. Tidak ada lagi pemilikan pribadi. Tidak ada pembagian pekerjaan, tidak ada lagi yang menderita dan ditindas. Paling penting, seluruh manusia hidupsejahtera, tidak kekurangan suatu apa. Himbauan Marx ini cepat memperoleh sambutan luar biasa di seluruh dunia.
Kehidupan Buruh di Pabrik
            Pada dasarnya pekerjaan adalah satuan-satuan kegiatan yang saling berhubungan untuk mengubah satu wujud benda ke wujud benda lain yang memiliki nilai pakai dan nilai tukar. Setiap pekerjaan pada prinsipnya terdiri dari satuan-satuan kegiatan yang berbeda, tergantung pada kondisi benda asal yang akan diubah.
            Setiap benda membutuhkan alat atau peralatan, yaitu sarana fisik yang dikembangkan dan atau dipakai manusia untuk membantu memudahkan pekerjaannya.
            Dominasi mesin semakin jelas bila diamati bagaimana pekerjaan diterapkan di pabrik. Pada hakikatnya ada 3 (tiga) jenis pekerjaan di pabrik, yaitu jenis pekerjaan sulit, relatif mudah, dan relatif sangat mudah.
Mesin tetap membutuhkan manusia sebab:
1.      Belum ada mesin dapat beroperasi tanpa campur tangan manusia; Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut! Saudara mahasiswa, coba jelaskan bagaimana pekerjaan di pabrik cenderung menurunkan kadar keterampilan buruh!
2.      mesin-mesin produksi yang canggih membutuhkan biaya yang sangat mahal sehingga kurang ekonomis dalam pengoperasiannya;
3.      ada kebijakan pemerintah, khususnya di negara berkembang seperti Indonesia, yang membatasi beroperasinya pabrik dengan mesin secara intensif.
            Pembagian kerja (division of labor) dapat dikatakan merupakan hakikat peradaban modern oleh karena itu pada pabrik yang tidak padat modal cenderung bersifat fungsional, sedangkan pada perusahaan yang membutuhkan banyak tenaga profesional, pembagian kerjanya cenderung bersifat sosial.
            Mekanisme kerja yang diterapkan pabrik pada dasarnya bertumpu sepenuhnya kepada prinsip rasionalitas, yakni kesesuaian antara cara (sarana) dengan tujuan. Pabrik menempatkan mekanisme kerja sebagai cara yang menjamin tercapainya tujuan secara efektif dan efisien.
Kerja Buruh
            Buruh adalah pihak paling potensial mengalami kelelahan secara fisik yang dapat terlihat dari beberapa karakteristik, yaitu umumnya buruh bekerja sambil berdiri, mereka bekerja dengan banyak menggerakkan tangan dan kaki, beberapa di antaranya juga banyak menggunakan indra mata dan penciuman.
            Ada 3 hal yang membuat pekerjaan buruh cenderung memiliki potensi keletihan yang lebih tinggi karena pekerjaan berlangsung dalam rentang waktu yang lama dan intensitas yang tinggi, tidak dapat menentukan sendiri kapan dan berapa lama ia dapat istirahat, dan tidak memperoleh kesempatan untuk memperoleh kepuasan sosial yang dapat mengkompensasi keletihan selama bekerja.
            Kebosanan adalah merupakan konsekuensi yang bersifat psikologis karena buruh cenderung melakukan pekerjaan mereka secara parsial, satu-satunya tugas yang dilakukannya, tidak pernah melihat produk akhir sehingga tidak ada kepuasan kerja, dan waktu kerja dan jam istirahat buruh diatur oleh pihak manajemen. Untuk memperdalam pemahaman Anda mengenai materi di atas, kerjakanlah latihan berikut!
            Mesin mempunyai logika dan hukumnya sendiri. Buruh perlu mengembangkan disiplin serta sikap cermat dan konsentrasi tinggi bila sedang menggunakannya.
            Ada 2 sumber utama yang mengancam keberlangsungan pekerjaan bahkan kehidupan mereka secara keseluruhan, yaitu kehadiran mesin baru, kehadiran buruh (calon buruh) baru, pemerintah. Kondisi tersebut di atas menimbulkan alienasi, yaitu keterasingan yang dialami buruh sewaktu dan atau sebagai akibat mereka bekerja di pabrik. Ada 4 bentuk alienasi buruh, yaitu buruh terasing dari kegiatan produktifnya, produk yang diciptakannya sendiri, potensi manusiawinya, dan hubungan sosial.
            Pekerjaan memiliki banyak matra (dimensi), salah satu yang tidak dapat dianggap remeh adalah sarana untuk memenuhi seluruh kebutuhan hidup manusia secara wajar, namun kenyataannya buruh hanya mendapat upah sangat kecil.

Sosiologi Komunikasi


SOSIOLOGI KOMUNIKASI
           
            Soerjono Soekanto menerangkan sosiologi komunikasi merupakan kekhususan sosiologi dalam mempelajari interaksi sosial yaitu suatu hubungan atau komunikasi yang menimbulkan proses saling pengaruh-mempengaruhi antara para individu, individu dengan kelompok, maupun antarkelompok.
            Lebih lanjut, sosiologi komunikasi secara komprehensif mempelajari tentang interaksi sosial dengan segala aspek yang berhubungan dengan interaksi tersebut seperti bagaimana interaksi (komunikasi) itu dilakukan dengan menggunakan media, bagaimana efek media sebagai akibat dari interaksi tersebut, sampai dengan bagaimana perubahan-perubahan sosial di masyarakat yang didorong oleh efek media berkembang serta konsekuensi sosial macam apa yang ditanggung masyarakat sebagai akibat dari perubahan yang didorong  oleh media massa itu.
            Mata kuliah Sosiologi Komunikasi ini merupakan mata kuliah yang sudah bersifat terapan bagi mahasiswa yang mengambil jurusan Sosiologi  Masalah Sosial di Universitas. Dengan mempelajari mata kuliah ini diharapkan mahasiswa memiliki pengetahuan tentang komunikasi yang dilihat dari sudut sosiologi.
Pengertian Komunikasi
            Terdapat banyak definisi komunikasi yang dikemukakan oleh para ahli komunikasi. Ada yang hampir mirip, namun ada juga yang berbeda! Perbedaan-perbedaan yang muncul itu lebih banyak karena fokus perhatian atau titik tolak pembahasannya. Misalnya, ada yang menekankan pada persoalan koordinasi makna, ada yang lebih menekankan information sharing-nya, ada yang menekankan pentingnya adaptasi pikiran antara komunikator dan komunikan, ada yang lebih menfokuskan pada prosesnya, ada yang menganggap lebih penting menunjukkan komponen-komponennya, dan tentu saja masih ada yang lainnya lagi.
            Dalam perspektif sosiologi, komunikasi itu mengandung pengertian sebagai suatu proses men-transmit/memindahkan kenyataan-kenyataan, keyakinan-keyakinan, sikap-sikap, reaksi-reaksi emosional, misalnya marah, sedih, gembira atau mungkin kekaguman atau yang menyangkut kesadaran manusia. Pemindahan tersebut berlangsung antara manusia satu kepada yang lainnya. Jadi, jelas bagi sosiologi komunikasi itu tidak sekadar berisi informasi yang dipindah-pindahkan dari seseorang kepada yang lainnya, melainkan juga meliputi ungkapan-ungkapan perasaan yang pada umumnya dialami oleh umat manusia yang hidup di dalam masyarakat.
            Lingkungan komunikasi, setidak-tidaknya mempunyai 3 dimensi, yaitu dimensi fisik, dimensi sosial psikologis, dan dimensi temporal. Ketiga dimensi tersebut sering kali bekerja bersama-sama dan saling berinteraksi, dan mempunyai pengaruh terhadap berlangsungnya komunikasi.
            Proses adalah suatu rangkaian aktivitas secara terus-menerus dalam kurun waktu tertentu. Yang dimaksud dengan kurun waktu tertentu itu memang relatif. Dia bisa pendek, tetapi bisa juga panjang/lama, hal tersebut sangat tergantung dari konteksnya. Proses komunikasi secara primer adalah komunikasi yang dilakukan secara tatap muka, langsung antara seseorang kepada yang lain untuk menyampaikan pikiran maupun perasaannya dengan menggunakan simbol-simbol tertentu, misalnya bahasa, kial, isyarat, warna, bunyi, bahkan bisa juga bau.        
            Di antara simbol-simbol yang dipergunakan sebagai media dalam berkomunikasi dengan sesamanya, ternyata bahasa merupakan simbol yang paling memadai karena bahasa adalah simbol representatif dari pikiran maupun perasaan manusia. Bahasa juga merupakan simbol yang produktif, kreatif dan terbuka terhadap gagasan-gagasan baru, bahkan mampu mengungkapkan peristiwa-peristiwa masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang.
            Proses komunikasi secara sekunder adalah komunikasi yang dilakukan dengan menggunakan alat/sarana sebagai media kedua setelah bahasa. Komunikasi jenis ini dimaksudkan untuk melipatgandakan jumlah penerima informasi sekaligus dapat mengatasi hambatan-hambatan geografis dan waktu.
            Namun, harap diketahui pula bahwa komunikasi jenis ini hanya efektif untuk menyebarluaskan pesan-pesan yang bersifat informatif, bukan yang persuasif. Pesan-pesan persuasif hanya efektif dilakukan oleh komunikasi primer/tatap muka. Umpan balik komunikasi secara sekunder bersifat tertunda (delayed feedback), jadi komunikator tidak akan segera mengetahui bagaimana reaksi atau respons para komunikan. Oleh karena itu, apabila dibutuhkan pengubahan strategi dalam informasi berikutnya tidak akan secepat komunikasi primer atau tatap muka.
A.     Lahirnya Sosiologi Komunikasi
            Asal mula kajian komunikasi di dalam sosiologi bermula dari akar tradisi pemikiran Karl Marx. Karl Marx merupakan salah satu pendiri sosiologi yang beraliran Jerman. Sementara itu, gagasan awal Kal Marx tidak pernah lepas dari pemikiran-pemikiran Hegel. Hegel memiliki pengaruh yang kuat terhadap Karl Marx, bahkan Karl Marx muda menjadi seorang idealisme justru berasal dari pemikiran-pemikiran radikal Hegel tentang idealisme. Kemudian Karl Marx tua menjadi seorang materialisme.
            Menurut Ritzer, dalam buku Burhan Bungin yang berjudul Sosiologi Komunikasi, pemikiran Hegel yang paling utama dalam melahirkan pemikiran-pemikiran tradisional konflik dan kritis adalah ajarannya tentang dialektika dan idealisme. Dialektika merupakan suatu cara berpikir dan citra tentang dunia. Sebagai cara berpikir, dialektika menekankan arti penting dari proses, hubungan, dinamika, konflik dan kontradiksi, yaitu cara berpikir yang lebih dinamis. Di sisi lain, dialektika adalah pandangan tentang dunia bukan tersusun dari struktur yang statis, tetapi terdiri dari proses, hubungan, dinamika konflik, dan kontradiksi. Pemahaman dialektika tentang dunia selanjut dikemukakan oleh Jurgen Habermas dengan tindakan komunikatif (interaksi).
            Dengan demikian, sejarah sosiologi komunikas menempuh dua jalur. Bahwa kajian dan sumbangan pemikiran Auguste Comte, Durkheim, Talcott Parson, dan Robert K. Merton, merupakan sumbangan paradigma fungsional bagi lahirnya teori-teori komunikasi yang beraliran struktural-fungsional. Sedangkan sumbangan-sumbangan pemikiran Karl Marx dan Habermas menyumbangkan paradigma konflik bagi lahirnya teori-teori kritis dalam kajian komunikasi.
B.     Ruang Lingkup Sosiologi Komunikasi
            Pada dasarnya manusia tidak mampu hidup sendiri di dalam dunia ini baik sendiri dalam konteks fisik maupun dalam konteks sosial budaya. Terutama dalam konteks sosial budaya, manusia membutuhkan manusia lain untuk saling berkolaborasi dalam pemenuhan kebutuhan fungsi-fungsi sosial satu dengan lainnya. Karena pada dasarnya suatu fungsi yang dimiliki oleh manusia satu akan sangat berguna dan bermanfaat bagi manusia lainnya. Sehingga fungsi-fungsi sosial yang diciptakan oleh manusia ditujukan untuk saling berkolaborasi dengan sesama fungsi sosial manusia lainnya, dengan kata lain, manusia menjadi sangat bermartabat apabila bermanfaat bagi manusia lainnya.
            Fungsi-fungsi sosial manusia lahir dari adanya kebutuhan akan fungsi tersebut oleh orang lain, dengan demikian produktivitas fungsional dikendalikan oleh berbagai macam kebutuhan manusia. Setiap manusia memiliki kebutuhan masing-masing secara individual maupun kelompok, untuk memenuhi kebutuhan-kebutuhan tersebut, maka perlu adanya perilaku selaras yang bisa diadaptasi oleh masing-masing manusia. Penyelarasan kebutuhan dan penyesuaian kebutuhan individu, kelompok, dan kebutuhan sosial satu dan lainnya, menjadi konsentrasi utama pemikiran manusia dalam masyarakatnya yang beradab.
            Sosiologi berpendapat bahwa tindakan awal dalam penyelarasan fungsi-fungsi sosial dan berbagai kebutuhan manusia diawali oleh dan dengan melakukan interaksi sosial atau tindakan komunikasi satu dengan yang lainnya. Aktivitas interaksi sosial dan tindakan komunikasi itu dilakukan baik secara verbal, nonverbal, mapun simbolis. Kebutuhan adanya sinergi fungsional dan akselerasi positif dalam melakukan pemenuhan kebutuhan manusia satu dengan lainnya ini kemudian melahirkan kebutuhan tentang adanya norma-norma dan nilai-nilai sosial yang mampu mengatur tindakan manusia dalam memenuhi berbagai kebutuhannya, sehingga tercipta keseimbangan sosial (sosial equilibirium) antara hak dan kewajiban dalam pemenuhan kebutuhan manusia, terutama juga kondisi keseimbangan itu akan menciptakan tatanan sosial (social order) dalam proses kehidupan masyarakat saat ini dan di waktu yang akan datang.
            Fokus interaksi sosial dalam masyarakat adalah komunikasi itu sendiri. Sebagaimana dijelaskan oleh sosiologi bahwa komunikasi menjadi unsur terpenting dalam seluruh kehidupan manusia. Dominasi perspektif ini dalam sosiologi yang begitu luas dan mendalam, maka lahirlah kebutuhan untuk mengkaji kekhususan dalam studi-studi sosiologi yang dinamakan Sosiologi Komunikasi, yaitu perspektif kajian sosiologi tentang aspek-aspek khusus komunikasi dalam lingkungan individu, kelompok, masyarakat, budaya, dan dunia.
Objek Sosiologi Komunikasi
            Setiap bidang dalam masing-masing ilmu sosial memiliki objek yang sama untuk dikaji, yaitu manusia. Objek materiil dari studi sosiologi komunikasi ialah proses sosial dan komunikasi. Sedangkan Objek formal dalam studi sosiologi komunikasi menekankan pada aspek aktivitas manusia sebagai makhluk sosial yang melakukan aktivitas sosiologis yaitu proses sosial dan komunikasi, aspek ini merupakan aspek dominan dalam kehidupan manusia bersama orang lain. Aspek-aspek yang dibahas adalah sebagai berikut:
-         Telematika dan realitasnya;
-         Efek media dan norma sosial baru;
-         Masalah sosial dan media massa;
-         Perubahan sosial dan komunikasi;
-         Cybercommunity;
-         Aspek hukum dan bisnis media.
Komunikasi
            Garbner mendefinisikan komunikasi sebagai proses interaksi sosial melalui pesan-pesan. Sedangkan Onong Uchyana menjelaskan hakikat komunikasi ialah proses penyampaian pikiran atau perasaan oleh seseorang (komunikator) kepada orang lain (komunikan). Pikiran bisa merupakan gagasan, informasi, opini, dan lain-lain yang muncul dari benaknya. Perasaan bisa berupa keyakinan, kepastian, keraguan, kekhawatiran, kemarahan, keberanian, kegairahan, dan sebagainya yang timbul dari lubuk hati.
            Jadi, lingkup komunikasi menyangkut persoalan-persoalan yang ada kaitannya dengan substansi interaksi sosial orang-orang dalam masyarakat; termasuk konten interaksi (komunikasi) yang dilakukan secara langsung maupun dengan menggunakan media komunikasi. Unsur-unsur komunikasi adalah sebagai berikut:
-         Komunikator (orang yang menyampaikan pesan)
-         Komunikan (orang yang menerima pesan)
-         Pesan
-         Media
-         Efek
Misalnya saja, model komunikasi yang dikemukakan oleh Harold D. Laswell  seperti di bawah ini:
-         Who
-         Says What
-         In Which Channel
-         To Whom
-         With What Effect
            Unsur sumber atau komunikator (who) mengundang pertanyaan mengenai siapa yang mengendalikan pesan. Unsur pesan (says what) merupakan bahan untuk menganalisis pesan apa yang disampaikan. Lalu, unsur saluran komunikasi (in which channel) menarik untuk membahas media apa yang digunakan. Unsur penerima atau komunikan (to whom) dianalisis untuk mengetahui siapa khalayak atau audiennya. Unsur pengaruh (with what effect) berkaitan dengan efek pesan apa yang dihasilkan.
            Onong Uchjana Effendy mengidentifikasikan bahwa terdapat lima jenis komunikasi, yakni:
1)      Komunikasi individu dengan individu (antarpribadi)
            Adalah komunikasi antarperorangan dan bersifat pribadi baik yang terjadi secara langsung (tanpa medium) ataupun tidak langsung (melalui medium). Contohnya, kegiatan percakapan tatap muka.
2)      Komunikasi individu dengan kelompok
            Komunikasi kelompok memfokuskan pembahasannya kepada interaksi di antara orang-orang dalam kelompok-kelompok kecil. Komunikasi kelompok juga melibatkan komunikasi antarpribadi di dalamnya. Pembahasannya meliputi dinamika kelompok, bagaimana penyampaian informasinya, pola dan bentuk interaksi, serta pembuatan keputusan.
3)      Komunikasi organisasi
            Komunikasi organisasi menunjuk pada pola dan bentuk komunikasi yang terjadi dalam konteks dan jaringan organisasi. Komunikasi organisasi juga melibatkan komunikasi antarpribadi dan komunikasi kelompok. Pembahasannya meliputi struktur dan fungsi organisasi serta kebudayaan organisasi.
4)      Komunikasi sosial
            Adalah salah satu bentuk komunikasi yang lebih intensif, di mana komunikasi terjadi secara langsung antara komunikator dan komunikan, sehingga situasi komunikasi berlangsung dua arah dan lebih diarahkan kepada pencapaian suatu integrasi sosial.
5)      Komunikasi massa
            Adalah sebuah proses penyampaian pesan atau informasi yang bersifat umum dan berlangsung pada tingkat masyarakat luas. Pada tingkat ini, komunikasi dilakukan dengan menggunakan media massa.
            Onong Uchjana Effendy, dalam bukunya yang berjudul Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi membagi empat tujuan komunikasi, seperti berikut ini:
-         Perubahan sikap (attitude change)
-         Perubahan pendapat (opinion change)
-         Perubahan perilaku (behavior change)
-         Perubahan sosial (social change)
Selain tujuan-tujuan komunikasi, Onong Uchjana Effendy juga memberikan empat fungsi komunikasi, yaitu:
-         Menyampaikan informasi (to inform)
-         Mendidik (to educate)
-         Menghibur (to entertain)
-         Mempengaruhi (to influence)
            Onong Uchjana Effendy, dalam bukunya yang berjudul Ilmu, Teori, dan Filsafat Komunikasi membagi metode-metode komunikasi, seperti di bawah ini:
·        Jurnalistik (journalism)
·        Jurnalistik cetak (printed journalism)
·        Jurnalistik elektronik (electronic journalism)
·        Jurnalistik radio (radio journalism)
·        Jurnalistik televisi (television journalism)
·        Hubungan masyarakat (public relations)
·        Periklanan (advertising)
·        Pameran (exhibition)
·        Publisitas (publicity)
·        Propaganda
·        Perang urat syaraf (physchological warfare)
·        Penerangan
            Di samping metode-metode komunikasi, Onong Uchjana Effendy juga memberikan empat sifat berlangsungnya proses komunikasi, yaitu:
·        Tatap muka (face-to-face)
·        Bermedia (mediated)
·        Verbal (verbal)
·        Lisan (oral)
·        Tulisan (written)
·        Nonverbal
·        Kial/isyarat (gestural)
·        Bergambar
Komunikasi Sosial dan Fungsinya
            Komunikasi sosial ialah suatu proses interaksi di mana seseorang atau lembaga menyampaikan amanat kepada pihak lain supaya pihak lain dapat menangkap maksud yang dikehendaki penyampai. Unsur-unsur dalam komunikasi sosial, yaitu komunikator (pihak yang memulai komunikasi), amanat (hal-hal yang disampaikan dapat berupa perintah, kabar, buah pikiran, dan sebagainya), media (daya upaya yang dipakai untuk menyampaikan amanat kepada penerima), komunikan (orang atau satuan orang-orang yang menjadi sasaran komunikasi), dan tanggapan (respons) adalah tujuan yang diharapkan oleh komunikator). Jenis-jenis komunikasi sosial adalah komunikasi langsung, komunikasi tidak langsung, komunikasi satu arah, komunikasi timbal-balik, komunikasi bebas, komunikasi fungsional, komunikasi individual, komunikasi massal, sedangkan fungsi komunikasi sosial adalah memberi informasi, memberi bimbingan, dan memberi hiburan
            Komunikasi organik dapat juga disebut sebagai komunikasi fungsional. Harap jangan dilupakan bahwa kata-kata fungsional itu sumbernya bahwa elemen-elemen dalam masyarakat itu saling memberi kontribusi secara fungsional.
Efektivitas dan kesulitan komunikasi, antara lain mencakup masalah yang berhubungan dengan kriteria dan kesulitan komunikasi, sedangkan kesulitan komunikasi itu sendiri bisa karena kesulitan pada amanat, bahasa isyarat, bahasa lambang, dan dapat pula kesulitan itu terletak pada komunikan. Tentu saja bukan sekadar itu, kesulitan bisa juga terjadi pada media komunikasinya, kesulitan pada unsur sosial budayanya.