Layaknya Cerita FTV
-Kasih Tak Sampai-
-Kasih Tak Sampai-
“
Gue udah lama suka sama kamu. Bertahun-tahun aku memendam rasa ini dan tak
berani untuk mengungkapkannya padamu. Tapi sekarang aku mau jujur padamu. Kamu
mau gak jadi pacar aku ?”
“Ehhm
aku juga suka sama kamu. Tapi…gimana ya. Aku gak bisa…gak bisa nolak (eaaak) J
“
HAHAHA…Kira-kira begitulah sepata-duapata kata ketika
dua sejoli sedang dimabuk kasmaran. Romansa cinta begitu hangat terasa. Dunia
serasa hanya milik berdua.
Gue sering mendengar
kata-kata itu terucap terlebih jika gue lagi nonton sinetron hehe. Kata-kata itu
akan terucap jika sudah tidak bisa
dipendam lagi antara kedua insan tuhan yang sedang merasakan jatuh… jatuh
cinta. Berhubungan dengan kata-kata di atas kalian tahu dong tema apa yang akan
diangkat dalam tulisan ini, yups pacaran atau jatuh cinta! Siapa bilang gue gak
pernah jatuh cinta? Siapa bilang gue gak pernah merasakan cinta kepada lawan
jenis..Kali ini gue mau berbagi tentang perasaan cinta gue pada seorang
perempuan. Sejak gue masih kecil, gue sudah mulai suka dan jatuh cinta pada
perempuan waktu masih kanak-kanak. Entah itu cinta atau suka atau apalah itu,
tapi ini benar-benar pengalaman berharga bagi gue. Waktu itu, saat gue masih
kelas 1 SD gue udah memendam rasa suka pada teman sekelas gue sendiri. Masih
semester 1 semua terlihat biasa saja dan secara gue masih buta banget kala itu,
masih buta huruf, angka, dan teman gue juga masih sedikit di kelas dan apalagi
cinta, gue cuma dapatkan cinta kedua orang tua gue hehe. Namun perasaan itu
tumbuh ketika udah semester 2. Cewek ini namanya L.A (gue inisialin aja ya. Gue
tahu nama lengkapnya baru sekarang lho 2014 hehe). Dia cewek yang manis, pintar
dan jadi favorite anak kelas satu secara dia jadi juara kelas waktu semester
satu. Gue udah mulai banyak teman di semester 2 ini, teman-teman gue rata-rata
rumah mereka dekat sama rumah gue. Jadi kalo mau pergi atau pulang sekolah gue
dan teman-teman gue selalu bareng. Waktu itu gue ada sekitar 8 teman, dan
mereka sering banget usil bermain sama cewek yang gue suka itu kadang kirimin
surat ke tasnya, kadang suka traktir, kirim-kirim bunga dan lain-lain deeh. Oh
iya gue masuk SD itu tahun 2000, dan baru tahu nama lengkap cewek ini tahun
2014 (kebangetan ckck). Namun disinilah inti dari curahan hati gue disini, gue
telah memendam rasa suka sama L.A udah hampir 15 tahun (Cinta dan Rangga mah
kalah cuma 12 tahun hehe). Gue dan teman-teman gue suka banget main sama L.A,
terlebih semester 2 itu adalah hari-hari terakhir buat bermain dan ngeliat
wajahnya karena setelah kenaikan kelas dia akan pindah sekolah ke kota.
Kelas 2 terasa sepi. Gak ada
lagi yang bikin keceriaan dihari-hari gue di sekolah. L.A benar-benar udah
pindah sekolah, dan saat itu gue gak bisa melupakan begitu saja wajahnya.
Hari-hari di sekolah memang terasa sepi tanpanya, namun selepas pulang sekolah
gue seakan mendapat stimulus karena L.A sering main ke rumah neneknya yang
berada gak jauh dari rumah gue. Sejak saat itu gue sering banget bermain di
dekat rumah neneknya buat ngeliat wajahnya. Begitu pun di sekolah gue selalu
kepikiran namanya dan wajahnya yang manis itu J. Seiring waktu
berlalu, semester demi semester berganti gue masih saja tak bisa melupakan
cewek pertama yang gue suka itu, namun walaupun gue selalu ingat sama dia tapi
gue gak ngelupain kewajiban gue sebagai pelajar, gue gak kena virus galau kala
itu hehe..
Bulan berganti bulan, tahun
berganti tahun. Waktu terus berputar, semenjak gue lulus dari sekolah dasar
akhirnya gue bisa move on dari getaran cinta masa kanak-kanak itu, halaah
hehe..Gue lanjut sekolah di tingkat pertama, SMP yang lumayan jauh dari rumah
gue, hari-hari ku akan ku habiskan di sekolah ini, SMPN 1 Rambang. Semester 1
kelas 1, gue benar-benar masih lugu bertemu dengan anak-anak dari daerah lain
yang sekelas sama gue, dan disini gue diuji buat fokus sama pelajaran di
sekolah, gue serius banget menjalani hari-hari di semester 1 dengan belajar dan
ketika bagi raport hasilnya sangat memuaskan, gue juara umum di sekolah (prok
prok prok)..Semester 1 berlalu begitu saja, gue sudah mulai mendapatkan kenalan
dengan mudah sejak gelar juara itu melekat di diri gue. Di kelas, gue juga jadi
bintang kelas, dan sangat disegani sama teamn-teman sekelas gue. Sama seperti
semester 2 waktu gue masih SD, gue mulai suka sama cewek yang cantik, manis,
putih, rambutnya lebat, dan pintar. Namanya R.R, dia memang menjadi idola sejak
masa orientasi oleh kakak kelas dan bukan kebetulan dia sekelas sama gue. Gue
di kelas suka mencari perhatian ke dia, dan dia pun begitu, dia suka
senyum-senyum dan ngelirik ke gue. Tapi, saat iu gue pengecut, gue gak berani
bilang suka ke dia karena gue tahu banyak juga yang suka sama dia dan alhasil
rasa tinggallah rasa, akhirnya gue harus merasakan kecewa yang berat karena dia
sudah jadian sama teman gue sendiri (elus dada).
Aaah, mungkin dia bukan
jodoh gue hehe. Kelas 2 SMP, gue sudah lega dan rela dia bersama orang lain toh
gue sendiri yang salah dan kalah cepat, hiks. Tapi biarlah waktu berlalu, gue jalani aja dulu masa-masa
jomblo di SMP, kan gue jomblo juga gak sendirian HAHA. Naik ke kelas 3, gue
sudah gak ada beban dan sudah mulai fokus sama masa depan, mulai dari persiapan
UN, mau lanjuti SMA dimana dan lain-lain. Di kelas 3 ini gue kembali dihantui
perasaan, rasa suka itu kembali muncul dan gue suka sama teman R.R, cewek yang
gue suka waktu kelas 1. Namanya R.M, dia gak kalah manis dari R.R dia lebih
kalem dan bersahaja, gue cuma suka sama dia tapi gue gak berani buat “nembak”
dia karena gue takut gak bisa bikin dia nyaman dan bahagia sama gue, aseek..
Dan, akhirnya dia jadian sama cowok lain tapi gue gak begitu sakit hati malah
gue doain semoga yang jadian sama dia itu bisa bikin dia bahagia dan nyaman,
sadees!..Akhirnya gue jomblo sampai di kelas 3 SMP, tapi gue bahagia karena gue
punya teman-teman jomblo juga hehe, gue asyik menikmati hari-hari di akhir masa
SMP gue bersama teman-teman gue, akhirnya gue fokus sama UN dan ujian masuk
SMA, gue gak galau-galau lagi sama yang namanya cewek, jatuh cinta, pacaran dan
sebagainya..
SMA gue di kota, kota
kabupaten. Gue lulus masuk ke SMA favorit di kabupaten, sekolahnya sudah banyak
mengukir prestasi sampai tingkat nasional. Gue bersyukur masuk SMA ini, karena
yang ikut tes ada banyak banget dan yang diterima hanya sedikit. Semenjak SMA
gue ngerasain jadi anak kost-an, semenjak SMA gue ngerasain terasing haha,
semenjak SMA gue ngerasian jauh dari orang tua dan keluarga, semenjak SMA juga
ngerasain dapat uang bulanan, dan semenjak SMA juga gue ngerasain dapat
teman-teman baru yang pergaulannya lebih modern, hehe. Seiring waktu berlalu,
gue semakin merasakan kesendirian di kota itu, gue kaku dalam pergaulan apalagi
saat-saat pertama masuk SMA, namun seiring waktu berlalu gue mulai mencari jati
diri gue di kota ini, gue mulai mengakrabkan diri dengan teman-teman di sekolah
dan lingkungan dan akhirnya gue punya teman-teman yang baik sejak semester 1.
Butuh waktu cukup lama buat gue beradaptasi dengan lingkungan baru tempat gue
mengenyam pendidikan dimasa terindah itu, secara itu adalah kali pertama gue
dan sendirian pula gue pisah sama kegiatan yang biasa gue lakuin setiap hari di
kampong dan juga jauh dari orang tua, artinya itu juga kali pertama gue
benar-benar belajar mandiri, yah belajar mandiri semua yang gue lakuin serba
sendiri terlebih gue juga belum punya kenalan yang begitu akrab dengan gue,
tapi hebatnya gue sendirian gak galau karena cewek tapi sendirian galau karena
belum terbiasa, hehe.
Lagi-lagi, disemester yang
sama dan kelas yang sama gue kembali teringat nama dan sosok perempuan yang gue
suka kala SD dulu, L.A. Iya, nama itu
kembali terlintas di benak gue namun wajahnya benar-benar tak mampu gue ingat.
Semenjak gue mengingat nama itu, gue mutusin buat fokus sama sekolah dulu dan
ukir prestasi banyak-banyak dan gue berdoa sama tuhan semoga dia memang orang
yang tepat buat gue suatu saat kala tiba waktunya. Namun, godaan kembali
datang, disemester 2 juga gue jadian sama cewek. Ternyata diam-diam ada cewek
yang suka sama gue, tapi gue gak peka. Akhirnya, diakhir-akhir semester 2 cewek
itu beraniin diri nembak gue, iya cewek nembak gue! Akhirnya gue terima, dan gue jadian sama dia.
Tapi kita jadiannya gak lama, saat liburan kita bubaran karena secara dari awal
yang suka ialah cewek tersebut dan gue gak peka itu artinya gue gak ada rasa
sama dia, dan udah gue coba buat suka sama dia namun rasa itu tak datang-datang
dan gue Cuma menganggap dia sebagai teman, dan akhirnya kita putus. Gue masih
konsisten sama cinta pertama gue pada perempuan pertama yang gue suka, L.A.
Tapi, T.Y yang sempat jadian sama gue gak sakit hati, dia bisa terima keputusan
gue dan akhirnya kita Cuma sebatas teman.
Semenjak SMA, gue kenal
kehidupan luar, gue tahu kehidupan yang lebih modern. Gue ingat masa-masa gue
SMA lagi boomingnya facebook, dan gue
jadi punya facebook berkat teman-teman gue karena teman-teman gue pada main
facebook dan gue hanya bengong ngeliatin mereka asyik mainin handphone dan ada
juga yang facebookan di laptop. Dan pada suatu hari gue beraniin diri buat
pergi ke warnet sendirian dan itu kali pertama gue pergi ke warnet Cuma buat
bikin akun facebook, dan gue sampai lupa waktu alhasil gue punya akun facebook
tepatnya saat gue duduk di kelas 2 semester 1. Sejak saat itu juga gue sering
menghabiskan waktu di warnet buat facebookan dan internetan dan alhasil gue
melupakan kehidupan gue saat di kampung dan juga teman-teman gue di sana,
karena gue merasa sudah punya teman baru dan lebih mengasyikkan... Kelas 2 SMA,
kembali gue digalaukan dengan yang namanya rasa cinta, gue kembali memiliki
perasaan suka sama salah satu cewek sekelas gue kala itu, gue hanya memendam
rasa itu diam-diam berusaha untuk tidak ada yang tahu, karena gue mencoba untuk
pedekate dengan cewek tersebut melalui proses berteman, HAH! Akhirnya gue
mutusin buat gak terfokus lagi sama yang namanya cewek, gue merasa capek karena
setiap rasa yang gue rasain gak pernah gue ungkapin dan gak pernah kesampaian,
dan sampai di kelas 3 SMA, gue benar-benar fokus sama yang namanya belajar dan
masa depan gue, namun disela-sela itu, lagi-lagi gue teringat akan wanita yang
menjadi cewek pertama yang mencuri hati gue kala SD, gue berusaha search
namanya di facebook, dan gak pernah ketemu. Gue cari ini itu dan alhasil banyak
banget nama yang sama yang gue cari, akhirnya gue add nama-nama tersebut
satu-satu siapa tauu diantaranya benar J..
Gue lanjutin pendidikan ke
jenjang yang lebih serius, yah kuliah. Gue berhasil menembus tes kuliah di
universitas negeri, dan hari-hari gue dikerumuni banyak aktifitas dan kegiatan
di kampus.Lagi dan lagi, di semester yang sama, semester 2 saat kuliah gue
kembali tertarik sama cewek yang gue taksir pas kelas 2 SMA, dan iya kita
jadian.. Gue jadian sama cewek yang gue suka itu, berlangsung cukup lama 2
tahun lebih kita jalin hubungan suka sama suka, gue merasa gak galau lagi
“semenjak ada dia” , haha.. Gue seperti cuek selama pacaran sama pacar gue, yah
secara kita pacaran terjangkit LDR-an, mungkin karena gue merasa gak ada yang
merhatiin dan gue juga merasa seperti gak ada yang diperhatikan akhirnya kita
mutusin buat bubaran, iya dia mutusin buat bubar yah karena gue juga peka
akhirnya gue iya kan permintaannya..Gue juga gak bisa lama-lama pacaran sama
dia, karena seketika rasa suka gue ke dia berkurang dan luntur seiring waktu.
Iya, di sela-sela gue masih pacaran sama dia gue sering sibuk mencari akun
facebook atas nama L.A, dan gak pernah ketemu sampai tahun 2013 berlalu..
Empat semester gue laluin
masa-masa kehidupan di kampus, tepat di semester 4 tahun 2014 awal gue
menemukan akun facebook L.A, sungguh tiba-tiba jantung berdetak begitu kencang,
darah mengalir begitu deras, dan senyum di wajah begitu lepas. Setelah
bertahun-tahun gue tidak melihat wajahnya sekarang gue merasa bertemu kembali
dan seakan dia berada di depan wajah gue setelah melihat profile picture nya yang mengenakan hijab yang syar’i J… Gue menemukan akun facebooknya dari tag foto dari keluarga
besarnya yang juga teman gue masa SMP, dan gue gak bisa bayangin bagaimana
senang dan sumringahnya gue kalo benar-benar bertemu langsung dengannya kalo
hanya dengan melihat wajahnya di facebook saja gue merasa begitu senang.
Akhirnya gue gak merasa galau oleh banyak cewek-cewek yang selalu memberi kode
di kampus, hehe. Mulai saat itu gue rajin buka facebook dan sering gue kepoin
beranda facebooknya dan gue lihat foto-foto yang ada di facebooknya,
subhanallah JGue juga add akun instagramnya dan gue like semua yang
dia share, begitu juga di facebook gue like semua yang dia share. Dari akun
facebooknya gue jadi tau kalo dia dulu sekolah di SMA favorite juga di kota
yang berbeda dan dia sekarang sedang berkuliah juga di salah satu universitas
swasta mengambil bidang kesehatan. Dan gue juga yakin dari caranya membuat
status di facebook, dan dari foto-foto yang dibagikan serta dari pakaian yang
dia kenakan, gue yakin kalo dia belum punya pacar J
Hati gue setiap hari kembali
merasakan getaran yang telah lama hilang. Di pikiran ini selalu terlintas
namanya dan wajahnya setelah bertahun-tahun gue tak dapat mebayangkannya dan
bibir ini selalu tersenyum tipis ketika aku mengingat wajahnya. Oh iya gue tahu
nama lengkapnya setelah melihat akun facebooknya, jadi selama ini gue salah
mengingat namanya dan sering menulis namanya, hehe. Dan akhirnya gue gak
galau-galau lagi sama setiap pekerjaan gue, dan alhasil semester 5 adalah
pembuktian kalo gue bisa dapat nilai yang sangat memuaskan, itu karena pikiran
gue dan hati gue selalu memikirkannya, hehe..Setiap kali gue facebookan, selalu
gue kepoin akun facebook dan instagramnya, dan sampai-sampai gue ambil salah
satu fotonya dan gue save diingatan dan di…(ada deh), hehe
Sekarang gue selalu
kepikiran dia jadi pacar gue dan gue yakin banget dia mau jadi pacar gue
(aamiin). Gue selalu kepikiran buat nyatain perasaan gue ke dia, namun gue
bingung gimana caranya dan kapan waktu yang tepat untuk itu. Gue gak mau kali
ini gagal dalam hal cinta, karena gue merasa ini seperti teguran tuhan ke gue buat gak lama-lama
memendam rasa sama dia dan sekarang gue masih menunggu waktu yang tepat untuk
itu, karena gue juga merasa dia bukan tipe orang yang gampang nerima keputusan
apalagi soal pacaran, sepertinya dia “anti” pacaran dulu karena lagi fokus sama
pendidikan..Tapi, gue bakal tunggu waktu yang tepat untuk gue nyatain perasaan
gue ke dia, karena gue yakin banget dia pasti nerima gue dan terlebih orang
tuanya udah kenal sama gue, nah lhoo hehe..Iya ibunya ialah guru saat gue SD
dulu, dan tahu tingkah laku, sikap dan sifat gue saat di sekolah dulu karena secara
gue termasuk siswa yang berprestasi di sekolah (ciaelaah), iya gue termasuk
siswa yang gak neka-neko di sekolah, gue juga siswa yang rajin, dulu,hehe. Gue
juga sering jadi perhatian guru-guru karena itu, dan makanya juga orang tuanya
L.A pasti sudah kenal sama gue J Apalagi gue dan L.A memiliki prinsip yang sama yaitu
fokus sama apa yang kita jalanin sekarang, yaitu pendidikan (yang ini ngarep banget)..
*Sambil
dengarin lagu Pance Pondaag-Untuk Sebuah Nama*
*Sekian*