2015/01/14

Jangan Dibaca!!

Layaknya Cerita FTV
-Kasih Tak Sampai-

“ Gue udah lama suka sama kamu. Bertahun-tahun aku memendam rasa ini dan tak berani untuk mengungkapkannya padamu. Tapi sekarang aku mau jujur padamu. Kamu mau gak jadi pacar aku ?”
“Ehhm aku juga suka sama kamu. Tapi…gimana ya. Aku gak bisa…gak bisa nolak (eaaak) J
HAHAHA…Kira-kira begitulah sepata-duapata kata ketika dua sejoli sedang dimabuk kasmaran. Romansa cinta begitu hangat terasa. Dunia serasa hanya milik berdua.
Gue sering mendengar kata-kata itu terucap terlebih jika gue lagi nonton sinetron hehe. Kata-kata itu akan terucap jika  sudah tidak bisa dipendam lagi antara kedua insan tuhan yang sedang merasakan jatuh… jatuh cinta. Berhubungan dengan kata-kata di atas kalian tahu dong tema apa yang akan diangkat dalam tulisan ini, yups pacaran atau jatuh cinta! Siapa bilang gue gak pernah jatuh cinta? Siapa bilang gue gak pernah merasakan cinta kepada lawan jenis..Kali ini gue mau berbagi tentang perasaan cinta gue pada seorang perempuan. Sejak gue masih kecil, gue sudah mulai suka dan jatuh cinta pada perempuan waktu masih kanak-kanak. Entah itu cinta atau suka atau apalah itu, tapi ini benar-benar pengalaman berharga bagi gue. Waktu itu, saat gue masih kelas 1 SD gue udah memendam rasa suka pada teman sekelas gue sendiri. Masih semester 1 semua terlihat biasa saja dan secara gue masih buta banget kala itu, masih buta huruf, angka, dan teman gue juga masih sedikit di kelas dan apalagi cinta, gue cuma dapatkan cinta kedua orang tua gue hehe. Namun perasaan itu tumbuh ketika udah semester 2. Cewek ini namanya L.A (gue inisialin aja ya. Gue tahu nama lengkapnya baru sekarang lho 2014 hehe). Dia cewek yang manis, pintar dan jadi favorite anak kelas satu secara dia jadi juara kelas waktu semester satu. Gue udah mulai banyak teman di semester 2 ini, teman-teman gue rata-rata rumah mereka dekat sama rumah gue. Jadi kalo mau pergi atau pulang sekolah gue dan teman-teman gue selalu bareng. Waktu itu gue ada sekitar 8 teman, dan mereka sering banget usil bermain sama cewek yang gue suka itu kadang kirimin surat ke tasnya, kadang suka traktir, kirim-kirim bunga dan lain-lain deeh. Oh iya gue masuk SD itu tahun 2000, dan baru tahu nama lengkap cewek ini tahun 2014 (kebangetan ckck). Namun disinilah inti dari curahan hati gue disini, gue telah memendam rasa suka sama L.A udah hampir 15 tahun (Cinta dan Rangga mah kalah cuma 12 tahun hehe). Gue dan teman-teman gue suka banget main sama L.A, terlebih semester 2 itu adalah hari-hari terakhir buat bermain dan ngeliat wajahnya karena setelah kenaikan kelas dia akan pindah sekolah ke kota.
Kelas 2 terasa sepi. Gak ada lagi yang bikin keceriaan dihari-hari gue di sekolah. L.A benar-benar udah pindah sekolah, dan saat itu gue gak bisa melupakan begitu saja wajahnya. Hari-hari di sekolah memang terasa sepi tanpanya, namun selepas pulang sekolah gue seakan mendapat stimulus karena L.A sering main ke rumah neneknya yang berada gak jauh dari rumah gue. Sejak saat itu gue sering banget bermain di dekat rumah neneknya buat ngeliat wajahnya. Begitu pun di sekolah gue selalu kepikiran namanya dan wajahnya yang manis itu J.  Seiring waktu berlalu, semester demi semester berganti gue masih saja tak bisa melupakan cewek pertama yang gue suka itu, namun walaupun gue selalu ingat sama dia tapi gue gak ngelupain kewajiban gue sebagai pelajar, gue gak kena virus galau kala itu hehe..
Bulan berganti bulan, tahun berganti tahun. Waktu terus berputar, semenjak gue lulus dari sekolah dasar akhirnya gue bisa move on dari getaran cinta masa kanak-kanak itu, halaah hehe..Gue lanjut sekolah di tingkat pertama, SMP yang lumayan jauh dari rumah gue, hari-hari ku akan ku habiskan di sekolah ini, SMPN 1 Rambang. Semester 1 kelas 1, gue benar-benar masih lugu bertemu dengan anak-anak dari daerah lain yang sekelas sama gue, dan disini gue diuji buat fokus sama pelajaran di sekolah, gue serius banget menjalani hari-hari di semester 1 dengan belajar dan ketika bagi raport hasilnya sangat memuaskan, gue juara umum di sekolah (prok prok prok)..Semester 1 berlalu begitu saja, gue sudah mulai mendapatkan kenalan dengan mudah sejak gelar juara itu melekat di diri gue. Di kelas, gue juga jadi bintang kelas, dan sangat disegani sama teamn-teman sekelas gue. Sama seperti semester 2 waktu gue masih SD, gue mulai suka sama cewek yang cantik, manis, putih, rambutnya lebat, dan pintar. Namanya R.R, dia memang menjadi idola sejak masa orientasi oleh kakak kelas dan bukan kebetulan dia sekelas sama gue. Gue di kelas suka mencari perhatian ke dia, dan dia pun begitu, dia suka senyum-senyum dan ngelirik ke gue. Tapi, saat iu gue pengecut, gue gak berani bilang suka ke dia karena gue tahu banyak juga yang suka sama dia dan alhasil rasa tinggallah rasa, akhirnya gue harus merasakan kecewa yang berat karena dia sudah jadian sama teman gue sendiri (elus dada).
Aaah, mungkin dia bukan jodoh gue hehe. Kelas 2 SMP, gue sudah lega dan rela dia bersama orang lain toh gue sendiri yang salah dan kalah cepat, hiks. Tapi biarlah  waktu berlalu, gue jalani aja dulu masa-masa jomblo di SMP, kan gue jomblo juga gak sendirian HAHA. Naik ke kelas 3, gue sudah gak ada beban dan sudah mulai fokus sama masa depan, mulai dari persiapan UN, mau lanjuti SMA dimana dan lain-lain. Di kelas 3 ini gue kembali dihantui perasaan, rasa suka itu kembali muncul dan gue suka sama teman R.R, cewek yang gue suka waktu kelas 1. Namanya R.M, dia gak kalah manis dari R.R dia lebih kalem dan bersahaja, gue cuma suka sama dia tapi gue gak berani buat “nembak” dia karena gue takut gak bisa bikin dia nyaman dan bahagia sama gue, aseek.. Dan, akhirnya dia jadian sama cowok lain tapi gue gak begitu sakit hati malah gue doain semoga yang jadian sama dia itu bisa bikin dia bahagia dan nyaman, sadees!..Akhirnya gue jomblo sampai di kelas 3 SMP, tapi gue bahagia karena gue punya teman-teman jomblo juga hehe, gue asyik menikmati hari-hari di akhir masa SMP gue bersama teman-teman gue, akhirnya gue fokus sama UN dan ujian masuk SMA, gue gak galau-galau lagi sama yang namanya cewek, jatuh cinta, pacaran dan sebagainya..
SMA gue di kota, kota kabupaten. Gue lulus masuk ke SMA favorit di kabupaten, sekolahnya sudah banyak mengukir prestasi sampai tingkat nasional. Gue bersyukur masuk SMA ini, karena yang ikut tes ada banyak banget dan yang diterima hanya sedikit. Semenjak SMA gue ngerasain jadi anak kost-an, semenjak SMA gue ngerasain terasing haha, semenjak SMA gue ngerasian jauh dari orang tua dan keluarga, semenjak SMA juga ngerasain dapat uang bulanan, dan semenjak SMA juga gue ngerasain dapat teman-teman baru yang pergaulannya lebih modern, hehe. Seiring waktu berlalu, gue semakin merasakan kesendirian di kota itu, gue kaku dalam pergaulan apalagi saat-saat pertama masuk SMA, namun seiring waktu berlalu gue mulai mencari jati diri gue di kota ini, gue mulai mengakrabkan diri dengan teman-teman di sekolah dan lingkungan dan akhirnya gue punya teman-teman yang baik sejak semester 1. Butuh waktu cukup lama buat gue beradaptasi dengan lingkungan baru tempat gue mengenyam pendidikan dimasa terindah itu, secara itu adalah kali pertama gue dan sendirian pula gue pisah sama kegiatan yang biasa gue lakuin setiap hari di kampong dan juga jauh dari orang tua, artinya itu juga kali pertama gue benar-benar belajar mandiri, yah belajar mandiri semua yang gue lakuin serba sendiri terlebih gue juga belum punya kenalan yang begitu akrab dengan gue, tapi hebatnya gue sendirian gak galau karena cewek tapi sendirian galau karena belum terbiasa, hehe.
Lagi-lagi, disemester yang sama dan kelas yang sama gue kembali teringat nama dan sosok perempuan yang gue suka kala SD dulu, L.A.  Iya, nama itu kembali terlintas di benak gue namun wajahnya benar-benar tak mampu gue ingat. Semenjak gue mengingat nama itu, gue mutusin buat fokus sama sekolah dulu dan ukir prestasi banyak-banyak dan gue berdoa sama tuhan semoga dia memang orang yang tepat buat gue suatu saat kala tiba waktunya. Namun, godaan kembali datang, disemester 2 juga gue jadian sama cewek. Ternyata diam-diam ada cewek yang suka sama gue, tapi gue gak peka. Akhirnya, diakhir-akhir semester 2 cewek itu beraniin diri nembak gue, iya cewek nembak gue!  Akhirnya gue terima, dan gue jadian sama dia. Tapi kita jadiannya gak lama, saat liburan kita bubaran karena secara dari awal yang suka ialah cewek tersebut dan gue gak peka itu artinya gue gak ada rasa sama dia, dan udah gue coba buat suka sama dia namun rasa itu tak datang-datang dan gue Cuma menganggap dia sebagai teman, dan akhirnya kita putus. Gue masih konsisten sama cinta pertama gue pada perempuan pertama yang gue suka, L.A. Tapi, T.Y yang sempat jadian sama gue gak sakit hati, dia bisa terima keputusan gue dan akhirnya kita Cuma sebatas teman.
Semenjak SMA, gue kenal kehidupan luar, gue tahu kehidupan yang lebih modern. Gue ingat masa-masa gue SMA lagi boomingnya facebook, dan gue jadi punya facebook berkat teman-teman gue karena teman-teman gue pada main facebook dan gue hanya bengong ngeliatin mereka asyik mainin handphone dan ada juga yang facebookan di laptop. Dan pada suatu hari gue beraniin diri buat pergi ke warnet sendirian dan itu kali pertama gue pergi ke warnet Cuma buat bikin akun facebook, dan gue sampai lupa waktu alhasil gue punya akun facebook tepatnya saat gue duduk di kelas 2 semester 1. Sejak saat itu juga gue sering menghabiskan waktu di warnet buat facebookan dan internetan dan alhasil gue melupakan kehidupan gue saat di kampung dan juga teman-teman gue di sana, karena gue merasa sudah punya teman baru dan lebih mengasyikkan... Kelas 2 SMA, kembali gue digalaukan dengan yang namanya rasa cinta, gue kembali memiliki perasaan suka sama salah satu cewek sekelas gue kala itu, gue hanya memendam rasa itu diam-diam berusaha untuk tidak ada yang tahu, karena gue mencoba untuk pedekate dengan cewek tersebut melalui proses berteman, HAH! Akhirnya gue mutusin buat gak terfokus lagi sama yang namanya cewek, gue merasa capek karena setiap rasa yang gue rasain gak pernah gue ungkapin dan gak pernah kesampaian, dan sampai di kelas 3 SMA, gue benar-benar fokus sama yang namanya belajar dan masa depan gue, namun disela-sela itu, lagi-lagi gue teringat akan wanita yang menjadi cewek pertama yang mencuri hati gue kala SD, gue berusaha search namanya di facebook, dan gak pernah ketemu. Gue cari ini itu dan alhasil banyak banget nama yang sama yang gue cari, akhirnya gue add nama-nama tersebut satu-satu siapa tauu diantaranya benar J..
Gue lanjutin pendidikan ke jenjang yang lebih serius, yah kuliah. Gue berhasil menembus tes kuliah di universitas negeri, dan hari-hari gue dikerumuni banyak aktifitas dan kegiatan di kampus.Lagi dan lagi, di semester yang sama, semester 2 saat kuliah gue kembali tertarik sama cewek yang gue taksir pas kelas 2 SMA, dan iya kita jadian.. Gue jadian sama cewek yang gue suka itu, berlangsung cukup lama 2 tahun lebih kita jalin hubungan suka sama suka, gue merasa gak galau lagi “semenjak ada dia” , haha.. Gue seperti cuek selama pacaran sama pacar gue, yah secara kita pacaran terjangkit LDR-an, mungkin karena gue merasa gak ada yang merhatiin dan gue juga merasa seperti gak ada yang diperhatikan akhirnya kita mutusin buat bubaran, iya dia mutusin buat bubar yah karena gue juga peka akhirnya gue iya kan permintaannya..Gue juga gak bisa lama-lama pacaran sama dia, karena seketika rasa suka gue ke dia berkurang dan luntur seiring waktu. Iya, di sela-sela gue masih pacaran sama dia gue sering sibuk mencari akun facebook atas nama L.A, dan gak pernah ketemu sampai tahun 2013 berlalu..
Empat semester gue laluin masa-masa kehidupan di kampus, tepat di semester 4 tahun 2014 awal gue menemukan akun facebook L.A, sungguh tiba-tiba jantung berdetak begitu kencang, darah mengalir begitu deras, dan senyum di wajah begitu lepas. Setelah bertahun-tahun gue tidak melihat wajahnya sekarang gue merasa bertemu kembali dan seakan dia berada di depan wajah gue setelah melihat profile picture nya yang mengenakan hijab yang syar’i J… Gue menemukan akun facebooknya dari tag foto dari keluarga besarnya yang juga teman gue masa SMP, dan gue gak bisa bayangin bagaimana senang dan sumringahnya gue kalo benar-benar bertemu langsung dengannya kalo hanya dengan melihat wajahnya di facebook saja gue merasa begitu senang. Akhirnya gue gak merasa galau oleh banyak cewek-cewek yang selalu memberi kode di kampus, hehe. Mulai saat itu gue rajin buka facebook dan sering gue kepoin beranda facebooknya dan gue lihat foto-foto yang ada di facebooknya, subhanallah JGue juga add akun instagramnya dan gue like semua yang dia share, begitu juga di facebook gue like semua yang dia share. Dari akun facebooknya gue jadi tau kalo dia dulu sekolah di SMA favorite juga di kota yang berbeda dan dia sekarang sedang berkuliah juga di salah satu universitas swasta mengambil bidang kesehatan. Dan gue juga yakin dari caranya membuat status di facebook, dan dari foto-foto yang dibagikan serta dari pakaian yang dia kenakan, gue yakin kalo dia belum punya pacar J
Hati gue setiap hari kembali merasakan getaran yang telah lama hilang. Di pikiran ini selalu terlintas namanya dan wajahnya setelah bertahun-tahun gue tak dapat mebayangkannya dan bibir ini selalu tersenyum tipis ketika aku mengingat wajahnya. Oh iya gue tahu nama lengkapnya setelah melihat akun facebooknya, jadi selama ini gue salah mengingat namanya dan sering menulis namanya, hehe. Dan akhirnya gue gak galau-galau lagi sama setiap pekerjaan gue, dan alhasil semester 5 adalah pembuktian kalo gue bisa dapat nilai yang sangat memuaskan, itu karena pikiran gue dan hati gue selalu memikirkannya, hehe..Setiap kali gue facebookan, selalu gue kepoin akun facebook dan instagramnya, dan sampai-sampai gue ambil salah satu fotonya dan gue save diingatan dan di…(ada deh), hehe
Sekarang gue selalu kepikiran dia jadi pacar gue dan gue yakin banget dia mau jadi pacar gue (aamiin). Gue selalu kepikiran buat nyatain perasaan gue ke dia, namun gue bingung gimana caranya dan kapan waktu yang tepat untuk itu. Gue gak mau kali ini gagal dalam hal cinta, karena gue merasa ini seperti  teguran tuhan ke gue buat gak lama-lama memendam rasa sama dia dan sekarang gue masih menunggu waktu yang tepat untuk itu, karena gue juga merasa dia bukan tipe orang yang gampang nerima keputusan apalagi soal pacaran, sepertinya dia “anti” pacaran dulu karena lagi fokus sama pendidikan..Tapi, gue bakal tunggu waktu yang tepat untuk gue nyatain perasaan gue ke dia, karena gue yakin banget dia pasti nerima gue dan terlebih orang tuanya udah kenal sama gue, nah lhoo hehe..Iya ibunya ialah guru saat gue SD dulu, dan tahu tingkah laku, sikap dan sifat gue saat di sekolah dulu karena secara gue termasuk siswa yang berprestasi di sekolah (ciaelaah), iya gue termasuk siswa yang gak neka-neko di sekolah, gue juga siswa yang rajin, dulu,hehe. Gue juga sering jadi perhatian guru-guru karena itu, dan makanya juga orang tuanya L.A pasti sudah kenal sama gue J Apalagi gue dan L.A memiliki prinsip yang sama yaitu fokus sama apa yang kita jalanin sekarang, yaitu pendidikan (yang ini ngarep banget)..
Gue selalu menunggu waktu yang tepat itu datang, gue menunggu waktu yang tepat karena gue gak mau kecewa dan gue juga gak mau ngecewain, apalagi ini perasaan sudah 14 tahun lamanya bergejolak di dalam dada, syadaap! Iya, gue selalu berdoa kepada tuhan, kalo memang dia untukku maka tak akan lari kemana, dan gue juga berdoa agar dia benar-benar untukku J Gue sudah memutuskan waktunya untuk dapat mengungkapkan rasa padanya, iya saat ia……(secret)!!

                        *Sambil dengarin lagu Pance Pondaag-Untuk Sebuah Nama*

                                                                    *Sekian*