Siaran pers BMKG menyebutkan tahun ini sebenarnya terjadi enam kali gerhana bulan, yaitu 4 Januari, 1 Juni, 16 Juni, 1 Juli, 25 November, dan 10 Desember.
Fenomena gerhana bulan itu tidak sepenuhnya bisa dilihat di wilayah Indonesia, karena hanya 2 gerhana bulan yang melintasi wilayah Tanah Air, yaitu gerhana bulan 16 Juni dan 10 Desember.
Gerhana bulan terjadi akibat Bulan, Bumi, dan Matahari berada pada satu posisi garis berurutan. Sementara posisi bulan kebiasaannya tidak berada pada garis benar sejajar berurutan dengan Bumi serta Matahari. Kondisi demikian dapat terjadi gerhana Bulan total ataupun gerhana Bulan separuh seperti pada Juni 2011 lalu dengan kurun waktu berbeda.
Menyikapi gerhana bulan total ini, takbir berkumandang di sejumlah tempat. Seperti yang disuarakan sedikitnya 150 jamaah di lingkungan kelurahan Simpang Selayang melaksanakan salat sunnat gerhana bulan. Salat dilaksanakan di Masjid Hajjah Khairuna Fauzi Kompleks Kejaksaan Jalan Zedri Putra Kelurahan Simpang Selayang kecamatan Medan Tuntungan, dari pukul 20.00 WIB sampai 21-00 WIB.
Pelaksanaan ibadah salat sunnat gerhana bulan yang di imami langsung Ustad Sudirman dengan dua rakaat dan empat rukuk itu berjalan lancar dan tertib tanpa hambatan.“Sebenarnya hukum melaksanakan ibadah salat gerhana bulan adalah Sunnat. Artinya, alangkah lebih baik dikerjakan dan tidak dikerjakan tidak ada apa-apa. Soalnya, ini suatu penomena alam dari keagungan sang pencipta Allah SWT,” bilang Muhammad Nuh Ketua Pimpinan Wilayah Persatuan Islam (Persis) Sumatera Utara, tadi malam.
Kegunaan dari melaksanakan salat gerhana bulan hanya mendekatkan diri kepada Allah SWT selaku hambanya dengan beribadah dan berdzikir.
“Berdzikir dan beribadah tadi yang telah kami lakukan tadi bersama-sama di Mesjid Hj Khairuna Fauzi. Tapi, salat gerhana bulan juga bisa dilaksanakan dengan tidak berjamaah,” bilang Muhammad Nuh.
Adapun tata cara salat gerhana dilaksanakan dengan berjamaah dengan dua rakkat dan empat rukuk itu yakni sesudah takbiratul ihram dan membaca iftitah. Lalu, imam membaca Al Fatihah dan surah atau ayat yang panjang.
Kemudian rukuk, bangkit dari rukuk, lalu imam membaca lagi surah yang panjang tapi lebih pendek dari yang pertama. Lalu rukuk kembali, bangkit kemudian sujud. Hal yang sama dilakukan di rakaat kedua.
Hal melaksanakan salat gerhana bulan tadi dikerjakan sesuai hadist Rasulullah SAW yang berbunyi, Gerhana Matahari dan Gerhana Bulan adalah tanda kekuasaan Allah SWT. Maka jika melihat gerhana itu, dianjurkan untuk salat berdoa sampai selesai gerhana.(omi)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar